Bakorwil Malang Siapkan Langkah Terpadu Percepat Kesejahteraan Masyarakat Wilayah Selatan Jawa Timur

Bakorwil Malang Siapkan Langkah Terpadu Percepat Kesejahteraan Masyarakat Wilayah Selatan Jawa Timur © mili.id

Mili.id – Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat perannya sebagai simpul koordinasi pembangunan kewilayahan guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat di kawasan Selatan Jawa Timur. Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar, dalam kegiatan NGOBRAS (Ngobrol Asik dan Santai) Bareng Pak Asep bersama awak media yang digelar pada Senin (8/6/2026).

Mengusung tema "Membangun Selatan Jawa Timur: Memberdayakan Potensi, Mempercepat Konektivitas dan Mendorong Kesejahteraan", kegiatan tersebut menjadi forum diskusi strategis untuk membahas berbagai potensi unggulan dan tantangan pembangunan yang dihadapi wilayah Selatan Jawa Timur.

Baca juga: Bakorwil Malang Perkuat Green Forestry dan Green Economy untuk Pembangunan Berkelanjutan

Dalam paparannya, Asep Kusdinar menjelaskan bahwa kawasan Selatan Jawa Timur memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi koridor pertumbuhan baru. Potensi tersebut meliputi sektor pariwisata, kelautan, perikanan, pertanian, ekonomi kreatif, hingga kekuatan sosial budaya masyarakat yang tersebar di wilayah kerja Bakorwil Malang.

Namun demikian, potensi yang besar tersebut masih dihadapkan pada sejumlah tantangan pembangunan yang membutuhkan penanganan secara terpadu dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Bakorwil Malang terus mendorong pendekatan pembangunan berbasis kawasan yang mengintegrasikan berbagai sektor pembangunan dalam satu arah kebijakan yang saling mendukung.

"Selatan Jawa Timur memiliki sumber daya yang luar biasa. Yang dibutuhkan saat ini adalah bagaimana seluruh potensi tersebut dapat dihubungkan melalui kolaborasi yang kuat sehingga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujar Asep.

Menurutnya, salah satu sektor yang memiliki prospek besar adalah pengembangan sport tourism. Keberadaan pantai, pegunungan, kawasan konservasi, serta akses konektivitas yang terus berkembang menjadi modal penting untuk menjadikan wilayah selatan sebagai destinasi wisata berbasis olahraga yang mampu menarik wisatawan dan menggerakkan perekonomian lokal.

Selain itu, Bakorwil Malang juga mendorong penguatan konsep blue economy dan green economy sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. Potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki wilayah pesisir selatan harus mampu memberikan manfaat ekonomi yang optimal dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan dan kelestarian sumber daya alam.

"Pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan harus berjalan beriringan. Kita ingin pembangunan yang tidak hanya menghasilkan manfaat hari ini, tetapi juga mampu diwariskan kepada generasi mendatang," tegasnya.

Di bidang pembangunan manusia, Asep menegaskan bahwa percepatan penanganan stunting tetap menjadi perhatian bersama. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Karena itu, upaya peningkatan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan kawasan.

Baca juga: Bakorwil Malang Gelar LPBB Cup 2026, Tanamkan Nasionalisme dan Penguatan Karakter Generasi Muda

Dalam kesempatan tersebut, Asep juga menyoroti pentingnya penguatan UMKM sebagai pendukung utama kawasan wisata dan ekonomi lokal. Kehadiran UMKM dinilai mampu memperluas manfaat pembangunan kepada masyarakat sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di tingkat lokal.

"Kami ingin setiap perkembangan destinasi wisata mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, UMKM harus diperkuat agar menjadi bagian dari rantai ekonomi yang tumbuh bersama perkembangan kawasan," katanya.

Lebih lanjut, Bakorwil Malang juga mendorong model pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kawasan, di mana setiap wilayah didorong untuk mengembangkan potensi unggulannya sesuai karakteristik daerah masing-masing. Pendekatan ini diyakini mampu menciptakan pembangunan yang lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.

Sebagai lembaga yang memiliki fungsi koordinasi kewilayahan, Bakorwil Malang terus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perangkat daerah provinsi, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat guna memastikan berbagai program pembangunan berjalan secara terintegrasi.

Asep menegaskan bahwa tantangan pembangunan saat ini tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan sektoral semata. Dibutuhkan tata kelola pembangunan yang kolaboratif dan berbasis kewilayahan agar berbagai persoalan dapat ditangani secara komprehensif.

Baca juga: Bakorwil Malang Dorong Kolaborasi Penguatan Pendidikan Vokasi untuk Kebutuhan Industri

"Semangat yang kami bangun adalah kolaborasi, gotong royong, dan solusi. Bakorwil hadir untuk menyatukan berbagai kekuatan pembangunan, mempercepat koordinasi, dan memastikan bahwa setiap potensi daerah dapat berkembang menjadi manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan kawasan Selatan Jawa Timur harus diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif, memperkuat konektivitas antarwilayah, memperluas kesempatan ekonomi masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.

Melalui langkah-langkah terpadu tersebut, Bakorwil Malang optimistis kawasan Selatan Jawa Timur akan semakin berkembang sebagai pusat pertumbuhan baru yang mampu mendorong pemerataan pembangunan dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

"Ketika potensi daerah mampu dikelola dengan baik, konektivitas semakin kuat, masyarakat semakin berdaya, dan seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama, maka kesejahteraan masyarakat bukan hanya menjadi harapan, tetapi akan menjadi kenyataan," pungkas Asep Kusdinar.

Editor : Muhammad



Berita Terkait