Mili.id– Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan dukungannya terhadap langkah Badan Gizi Nasional (BGN) dalam melakukan penataan ulang pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan tenaga ahli kesehatan dan gizi anak serta sinergi data dan program guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan MBG.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan Kemenkes siap mendukung kebijakan yang ditetapkan pimpinan baru BGN, termasuk menyiapkan tenaga profesional yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program.
Baca juga: Dudung Ungkap Alasan Penutupan Sejumlah Dapur MBG, BGN Akan Evaluasi SPPG yang Tak Penuhi Standar
“Silakan siapa pun yang dipilih, kami menyiapkan yang terbaik, silakan Ibu yang memutuskan,” ujar Budi dalam rapat bersama BGN di Jakarta, Selasa.
Penataan ulang program MBG mencakup empat langkah utama, yaitu memfokuskan kembali penerima manfaat program, melakukan moratorium pembangunan dapur baru, membenahi dapur yang telah beroperasi, serta menyusun skema baru pelaksanaan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurut Budi, selain menyiapkan tenaga ahli, Kemenkes juga akan menyelaraskan konsep, data, dan detail pelaksanaan program agar manfaat yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa fokus penerima manfaat MBG ke depan akan diarahkan kepada kelompok Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita atau yang dikenal dengan istilah 3B.
Baca juga: BGN Bantah Isu Penghentian Program Makan Bergizi Gratis, Sebut Informasi yang Beredar Hoaks
Karena sasaran tersebut berkaitan erat dengan bidang kesehatan masyarakat, BGN membutuhkan dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan dalam proses pendataan, pendampingan, hingga pelaksanaan program.
Nanik juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Kemenkes dan berharap sinergi kedua lembaga dapat terus diperkuat dalam rangka mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045.
Dalam kesempatan yang sama, Nanik memperkenalkan dua Wakil Kepala BGN yang baru, yakni Agustina Arumsari dan Trenggono.
Baca juga: BGN Prioritaskan Kualitas MBG, Target 82,9 Juta Penerima pada 2026 Berpotensi Tak Tercapai
Ia menegaskan bahwa kepemimpinan di BGN kini menerapkan prinsip kolektif kolegial, di mana setiap kebijakan strategis akan diputuskan bersama oleh pimpinan lembaga.
“Semua akan kami putuskan bersama. Saya hanya sebagai ketua kelas,” ujarnya.
Penataan ulang program MBG diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan gizi nasional sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu serta anak di seluruh Indonesia.
Editor : Redaksi
