Sopir Truk Bata Ringan Terjepit 2 Jam Usai Terguling ke Sawah di Mojokerto

Sopir Truk Bata Ringan Terjepit 2 Jam Usai Terguling ke Sawah di Mojokerto © mili.id

Sebuah truk bermuatan bata ringan terguling hingga masuk ke area persawahan di Jalan Raya Bypass Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Selasa (9/6/2026) pagi. 

Mili.id – Sebuah truk bermuatan bata ringan terguling hingga masuk ke area persawahan di Jalan Raya Bypass Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Selasa (9/6/2026) pagi. Sopir truk sempat terjepit di dalam kabin selama sekitar dua jam sebelum berhasil dievakuasi petugas gabungan.

Kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Truk bernomor polisi S 8195 WS yang dikemudikan Harianto, warga Desa Ploso Genuk, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, melaju dari arah Jombang menuju Surabaya untuk mengantarkan muatan bata ringan.

Baca juga: Ratusan Relawan Mojokerto Ikuti Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Ini Kata Cak Sumardi

Diduga akibat mengantuk, kendaraan yang dikemudikan Harianto tiba-tiba oleng ke kiri. Sebelum terguling ke sawah, truk terlebih dahulu menabrak papan reklame milik sebuah rumah makan yang berada di tepi jalan.

Akibat kecelakaan itu, posisi kabin truk ringsek dan terguling sehingga kaki Harianto terjepit bodi kendaraan. Korban tidak dapat keluar dari dalam kabin dan menunggu proses penyelamatan selama hampir dua jam.

Kernet truk, Khoirul, mengungkapkan bahwa tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam insiden tersebut. Menurutnya, kecelakaan diduga dipicu kondisi sopir yang kelelahan saat perjalanan.

"Dari Jombang mau kirim barang ke Surabaya. Kemungkinan sopir kecapekan dan mengantuk sehingga kendaraan oleng ke kiri. Tidak ada tabrakan dengan kendaraan lain," ujarnya di lokasi kejadian.

Proses evakuasi melibatkan petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Mojokerto, PMI Kabupaten Mojokerto, relawan, serta anggota kepolisian. Upaya penyelamatan sempat mengalami kendala karena kaki korban terjepit besi dan bodi kabin yang terdeformasi akibat benturan.

Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian

Kasi Pelayanan dan Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Mojokerto, Didik Sudarsono, mengatakan korban dalam kondisi sadar selama proses evakuasi berlangsung.

"Bagian kaki korban terjepit besi kabin. Kalau dipaksa dicungkil tidak memungkinkan, sehingga kendaraan harus didirikan terlebih dahulu. Kondisi korban sadar, bisa diajak komunikasi dan tidak mengalami luka berat," kata Didik.

Petugas kemudian mendatangkan mobil derek untuk mengembalikan posisi truk yang terguling. Selain itu, tim penyelamat juga menggunakan alat pemotong besi guna membebaskan kaki korban yang terjepit.

Komandan Regu Damkar Kabupaten Mojokerto, Ahmad Yani, menjelaskan proses evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi kabin yang rusak parah.

Baca juga: Dari Kandang Binaan ke Meja Warga, Kurban Berkah BAZNAS Mojokerto Hidupi Peternak dan Ribuan Mustahik

"Kami membutuhkan bantuan mobil derek untuk menegakkan kendaraan. Setelah itu dilakukan pemotongan beberapa bagian besi kabin agar kaki korban bisa dikeluarkan. Total proses evakuasi berlangsung lebih dari dua jam," jelasnya.

Sekitar pukul 08.00 WIB, korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dalam kabin. Harianto kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Sakinah Mojokerto untuk mendapatkan penanganan medis.

Meski sempat terjepit cukup lama, korban dilaporkan selamat dan hanya mengalami luka ringan pada bagian kaki. Sementara itu, kasus kecelakaan tersebut masih ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto untuk penyelidikan lebih lanjut.

Editor : Redaksi



Berita Terkait