Audit Pengamanan Kilang Balongan Digelar, Pertaruhan Besarnya Ketahanan Energi Nasional

Audit Pengamanan Kilang Balongan Digelar, Pertaruhan Besarnya Ketahanan Energi Nasional © mili.id

Mili.id – Di balik pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang mengalir ke berbagai daerah di Indonesia, terdapat peran strategis Kilang Balongan yang menyuplai sekitar 12 persen kebutuhan BBM nasional. Karena itu, aspek pengamanan fasilitas vital tersebut menjadi perhatian serius negara.

Untuk memastikan standar pengamanan tetap terjaga dan mampu menghadapi berbagai ancaman yang terus berkembang, Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri menggelar Audit Resertifikasi Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Objek Vital Nasional (Obvitnas) di PT Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: Rajut Kepedulian Sosial Idul Adha 1447 H, Korsabhara Baharkam Polri Salurkan 802 Paket Daging Kurban

Ketua Tim Audit, Kombes Pol Hadianur, menegaskan bahwa proses resertifikasi bukan sekadar formalitas administratif atau perpanjangan sertifikat semata. Menurutnya, audit ini merupakan evaluasi menyeluruh untuk memastikan seluruh elemen pengamanan tetap berjalan sesuai standar yang ditetapkan dalam Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2019.

“Ini adalah medical check-up total. Kami memastikan lima elemen Sistem Manajemen Pengamanan tetap hidup dan berjalan sesuai ketentuan. Jika ada yang menurun, harus segera diperbaiki. Taruhannya adalah ketahanan energi nasional,” ujar Hadianur saat membuka kegiatan di RR-I ADM Building.

Audit resertifikasi ini memiliki sejumlah manfaat strategis, baik bagi negara maupun masyarakat. Salah satunya adalah menjamin keamanan pasokan BBM nasional. Sebagai objek vital nasional, Kilang Balongan harus memiliki sistem pengamanan berlapis yang mencakup pengamanan perimeter, aspek HSSE (Health, Safety, Security and Environment), hingga keamanan siber. Dengan sistem yang terus dievaluasi, risiko gangguan pasokan akibat sabotase, aksi teror, maupun kelalaian dapat ditekan semaksimal mungkin.

Selain itu, audit juga menjadi sarana pembaruan standar pengamanan agar tetap relevan dengan ancaman terkini. Perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru, mulai dari ancaman siber, penggunaan drone ilegal, hingga potensi gangguan dari pihak internal. Karena itu, pola pengamanan, prosedur operasional standar (SOP), dan teknologi pendukung harus terus diperbarui.

Aspek sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Sistem Manajemen Pengamanan mewajibkan personel keamanan memiliki kompetensi yang sesuai, mulai dari tingkat Gada Pratama, Gada Madya, hingga Gada Utama. Melalui audit ini, tim penilai akan memeriksa langsung kemampuan personel dalam memahami SOP darurat, menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), hingga menjalankan sistem pengendalian akses.

Di sisi lain, sertifikasi SMP juga memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan kepercayaan investor. Kepatuhan terhadap regulasi negara menjadi indikator penting dalam berbagai audit internasional dan penilaian lembaga asuransi. Keamanan objek vital nasional dinilai berkontribusi langsung terhadap stabilitas ekonomi.

Executive General Manager RU VI Balongan, Yulianto Triwibowo, menekankan bahwa investasi dalam pengamanan jauh lebih kecil dibandingkan kerugian yang mungkin timbul akibat insiden.

“Jika kilang berhenti beroperasi selama satu hari saja, potensi kerugian yang ditanggung negara bisa mencapai triliunan rupiah. Karena itu, resertifikasi SMP adalah investasi penting untuk mencegah risiko tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Dirpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol. Dr. M. Syahduddi menegaskan bahwa tujuan audit bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan seluruh objek vital nasional memiliki sistem pengamanan yang kuat dan adaptif.

“Polri tidak melakukan audit untuk mencari salah. Kami hadir untuk memastikan Obvitnas tetap kuat. SMP yang tersertifikasi ulang menjadi jaminan bahwa energi Indonesia dijaga selama 24 jam. Inilah wujud Polri yang siap terlihat dan bermanfaat,” ujarnya.

Audit resertifikasi di Kilang Balongan dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari. Tim auditor akan melakukan pemeriksaan dokumen, observasi lapangan, simulasi, serta wawancara dengan berbagai departemen terkait guna memastikan seluruh sistem pengamanan berjalan efektif dalam menjaga salah satu aset energi paling strategis di Indonesia.

Editor : Muhammad



Berita Terkait