Ilustrasi
Surabaya - Ketua Bawaslu Surabaya Novli Bernardo Thyssen, menegaskan bila laporan yang dibuat teman wanitanya, Elly Dianawati Saleh (46) terkait penganiyaan, menurutnya tuduhan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Novli membantah bila dirinya telah melakukan kekerasan seperti yang diungkap oleh Elly, jika dirinya menghajar di dalam mobil karena muntah.
Baca juga: Sheraton Surabaya Hadirkan School Holiday Edukatif Bersama Gramedia untuk Keluarga
"Sehubungan dengan semakin liar dan tak terkendalinya isu terkait tindak kekerasan yang dituduhkan secara tidak bertanggung jawab kepada Saya, mari kita ngopi bareng, mendengarkan klarifikasi saya atas tuduhan tuduhan, yang jelas-jelas tidak pernah saya lakukan," katanya, Kamis (26/9/2024).
Melalui pesan WhatsApp, Novli mengaku saat ini sedang berada di Jakarta, dan enggan memberikan keterangan lebih lanjut, baik melalui pesan maupun telepon terkait dirinya yang dilaporkan ke Polrestabes Surabaya.
Baca juga: FK UWKS Perkuat Pengendalian Tuberkulosis Melalui Edukasi Nutrisi Berbasis Komunitas di Sumenep
"Klarifikasi ini akan lebih baik disampaikan secara tatap muka dibandingkan via WA ataupun telpon, untuk menghindari kesalahpahaman dalam artikulasi dan intonasi. Kenapa tidak hari ini, kebetulan saya sedang mengikuti Rakor Bawaslu di Jakarta, dan kembali hari Jumat siang," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Bawaslu Surabaya Novli Bernardo Thyssen dilaporkan ke Polrestabes Surabaya oleh kekasihnya, Elly Dianawati Saleh (46), Senin (15/9/2024) lalu atas dugaan penganiayaan.
Baca juga: Penangkapan 24 Demonstran, LBH Soroti Hak Hukum
Elly bercerita, penganiayaan yang dialaminya itu terjadi pada Jumat (12/9/2024) lalu. Menurutnya, penganiayaan bermula ketika Elly tidak sengaja muntah di dalam mobil Novli.
"Sebenarnya tidak ada masalah apa-apa. Cuman aku tidak sengaja muntah di mobilnya pada pagi dini hari itu. Spontanitas dia memukul aku sampai babak belur," katanya, Kamis (26/09/2024).
Editor : Aris S
