Selamat datang di mili.id - Platform Berita Terpercaya untuk Anda. Dapatkan informasi terkini dari berbagai kategori, mulai dari berita nasional hingga internasional, hanya di mili.id.

Cegah Judol, Dandim 0831/Surabaya Timur Periksa Ponsel Prajurit

Cegah Judol, Dandim 0831/Surabaya Timur Periksa Ponsel Prajurit © mili.id

Proses pengecekan dilakukan di bawah pengawasan ketat Staf Intel Kodim 0831/Surabaya Timur.

Surabaya, mili.id - Komandan Kodim (Dandim) 0831/Surabaya Timur, Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono, terus berupaya mencegah keterlibatan anggotanya dalam praktik judi online (judol). Langkah yang diambil ialah melakukan pengecekan berkala terhadap ponsel seluruh anggota Kodim, Jumat (17/1/2025).

Proses pengecekan dilakukan di bawah pengawasan ketat Staf Intel Kodim 0831/Surabaya Timur ini tujuannya memastikan tidak ada aplikasi judi online yang terpasang di ponsel anggota.

Baca juga: Efisiensi Anggaran, Prabowo: Perbaikan Sekolah Lebih Penting dari Perjalanan Dinas

Kolonel Inf Didin menjelaskan bahwa pengecekan akan dilakukan secara berkala dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

"Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan tidak ada anggota Kodim maupun Koramil yang terlibat dalam praktik judi online," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pengecekan dilakukan secara acak dan mendadak.

Baca juga: Soal Hubungan dengan Jokowi, Prabowo Sebut Baik-baik Saja: Saya Belajar ke Beliau

"Ini bagian dari upaya pengawasan menyeluruh," katanya.

Lebih lanjut, Dandim menekankan bahwa ini merupakan langkah pencegahan dini untuk melindungi anggota dari dampak buruk judi online, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun satuan.

Baca juga: Khofifah Tegaskan Muslimat NU Siap jadi Garda Terdepan Menjaga Kesatuan RI

"Pengawasan melekat dari Danramil dan para Pasi Staf Kodim 0831/Surabaya Timur akan terus dilakukan untuk mencegah keterlibatan anggota dalam segala bentuk judi online", tegas Dandim.

Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen Kodim 0831/Surabaya Timur dalam menegakan disiplin dan mencegah anggota dari hal-hal yang berpotensi merusak reputasi Institusi," tandasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait