Bus TransJatim Ancam Pendapatan Transportasi Online, FINE Minta Bagi-bagi Kue
Rapat dengar pendapat FINE, Dishub dan Komisi B

Mili.id -  Beroperasinya Bus TransJatim mendapat sorotan serius Federasi Penggiat Online (FINE) Surabaya, mereka mendesak pemerintah bagi-bagi kue, atas diciptakannya inovasi transportasi massal tersebut.

"Kami ingin transportasi massal itu terintegrasi dengan transportasi yang sudah ada. Baik transportasi umum ataupun transportasi online secara feeder atau pengumpan." kata Faris Novianto Ketua FINE Surabaya, usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi C dan Dinas Perhubungan.

Faris menjelaskan, Kendati penggiat online di Surabaya belum merasakan dampak Bus TransJatim. Namun di Sidoarjo sudah dapat merasakan. Mereka, biasanya berpenghasilan Rp 100.000. Namun saat ini, cuma Rp 60.000.

Proykesi track Bus TransJatim berdasarkan dokumen yang diperoleh FINE Proykesi track Bus TransJatim berdasarkan dokumen yang diperoleh FINE

"Bahkan, kemarin sempat chaos di lapangan bentrok antara teman-teman ojol dengan teman-teman angkot. Karena rebutan penumpang di halte nya Bus TransJatim, dimana itu tidak di tegahi dinas perhubungan." bebernya. Sedangkan di Gresik, disebutkan ada penurunan pendapatan yang belum signifikan.

Maka, ia mendesak pemerintah mengintegrasikan. Sehingga transportasi online bisa jadi pengumpan atau feeder ke transportasi massal seperti Bus TransJatim

"Memang, track panjangnya Bus TransJatim melalui tol. Tapi sebelumnya melewati lintasan strategis. Seperti Mall, di Lemah Putro Sidoarjo. Di situ ada sekitar 16  titik strategisnya dan dekat Lippo. Sedangkan di Gresik ada di Unmuh (universitas muhammaddiyah), ada di Bunder. Itu titik strategis." ia menjabarkan.

Walau di Surabaya, Bus TransJatim
belum beroperasi, Namun, ungkapnya,  ada rancangan pengembangan transportasi massal tersebut di Kota Pahlawan ini.

"Maka, sebelum dioperasikan, kami berharap dinas perhubungan memberi inputan terkait integrasi mode transportasi itu." pesannya.

Ia menyebut, proyeksi track Bus TransJatim di Surabaya, nantinya bakal  dimulai dari ITS ke Mojoketo. Kemudian Sidoarjo - Bangkalan.

"Kita ada sih gambaran proykesinya, dan mungkin bisa diakses secara pengetahuan di Wikipedia." demikian tutur Fajar