Pesan Ketua IDAI Jatim I: Ojok Tuku Sembarangan Obat

© mili.id

Sasongko (tengah) saat hearing do Komisi D

Mili.id - Ketua ikatan dokter anak Indonesia (IDAI) Jatim I, Sasongko menjabarkan, Penyakit gagal ginjal akut, yang menyerang anak-anak, belum bisa ditebak penyebabnya. Masih menunggu penelitian BPOM, lembaga dan kementerian.

"Sehingga kita tahu persis sebabnya apa," kata Sasongko, usai hearing dengan Komisi D DPRD Surabaya, sore ini.

Ia menekankan, yang perlu dibangun saat ini kesadaran masyarakat. Agar tidak membeli obat sembarangan. Yakni obat tanpa resep. Karena penyebab penyakit itu, dicurigai dari kandungan paracetamol.

"Tapi parcetamol yang mana, kita belum tahu." ujar dia.

Ia membeberkan, secara keilmuan, senyawa memang memberikan dampak toxic atau racun. Namun, berapa kadarnya, yang ia ketahui, idak boleh lebih dari 0, sekian persen.

"Tapi apa ya semua patuh, kan ini kompetisi bisnis," jelas Sasongko.

Karena itu, ia mendorong agar dilakukan sosialisasi kepada masyarakat, mengedukasinya agar jangan membeli obat sembarangan. Harus sesuai resep, datang ke layanan kesehatan terdekat. Apalagi yang punya BPJS Kesehatan.

"Ojok tuku sembarangan obat, BPJS nya memanfaatkan," seru dia.

Berdasarkan informasi yang didapat, di Surabaya sudah mencapai 14 kasus. Kendati begitu, apakah itu merupakan penduduk Surabaya asli. Ia belum bicara rinci. Karena yang memuat data adalah Kemenkes.

"Kasus di Surabaya agak lumayan, 14 kasus," terangnya. 

Copyright © Mili.id

Editor : Redaksi



Berita Terkait