Mili.id – Sorotan publik tertuju ke Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (9/6/2026), saat Bupati Muara Enim Edison tiba untuk menjalani pemeriksaan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut.
Edison tiba di Gedung KPK sekitar pukul 08.51 WIB dengan mengenakan kemeja garis-garis biru putih. Kedatangannya yang dikawal petugas langsung menyita perhatian awak media dan publik yang memantau perkembangan kasus tersebut. Namun saat dicecar pertanyaan oleh wartawan, ia memilih bungkam dan langsung masuk ke ruang pemeriksaan tanpa memberikan keterangan apa pun.
Baca juga: KPK Tetapkan Bupati Muara Enim Edison Tersangka Kasus Pengadaan di Disdikbud
Kasus ini mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan total 10 orang dalam OTT yang digelar di dua wilayah, yakni Sumatera Selatan dan Jakarta. Dari jumlah tersebut, lima orang berasal dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, sementara lima lainnya merupakan pihak swasta. Dalam operasi tersebut, KPK juga menyita uang tunai bernilai ratusan juta rupiah yang diduga kuat berkaitan dengan transaksi perkara yang sedang diusut.
Baca juga: KPK Tahan Dua Tersangka Swasta Kasus Korupsi Kuota Haji, Negara Rugi Rp 622 Miliar
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa dugaan perkara berkaitan dengan penerimaan dalam proyek pengadaan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim. Setelah dilakukan gelar perkara, KPK menyatakan telah menemukan kecukupan bukti untuk meningkatkan status kasus ke tahap penyidikan serta menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka.
Baca juga: KPK Ungkap Tersangka Kasus Imigrasi Diduga Beli Rumah dengan Kepingan Emas
Penangkapan dan pemeriksaan Bupati Edison ini menjadi babak baru dalam skandal yang mengguncang Sumatera Selatan. Publik kini menanti pengumuman resmi KPK terkait konstruksi perkara, peran masing-masing pihak, serta kemungkinan adanya pihak lain yang turut terseret dalam pusaran kasus tersebut.
Editor : Muhammad
