Ketus, Ketua Komisi D: Serapan Beasiswa SMA Kurang Optimal
Khusnul Khotimah

Mili.id - Serapan beasiswa SMA/SMK, menurut Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Khusnul Khotimah kurang optimal. Padahal, startnya sejak Januari  2022.

Dalam jangka panjang itu, mestinya dinas terkait memaksimalkan sosialisasi. Melakukan gerakan-gerakan masif. Karena program ini, utamanya beasiswa pemuda tangguh harus diinformasikan kepada seluruh warga, dengan menggandeng RT RW lurah dan camat.

"Informasi dari masyarakat ternyata tidak tahu ada program ini," sesal Khusnul.

Khusnul memaparkan, ketika program ini ditambah, pihaknya menanyakan langsung kepada dinas terkait. Mereka, sambung legislator PDIP ini, mengaku menggerakkan seluruh OPD mendatangi sekolah melakukan sosial.

Namun, sebut dia banyak kendala, salah satunya siswa sudah mendapatkan kartu Indonesia pintar (KIP) dan beasiswa Indonesia bangkit (BIB). Sehingga tidak memungkinkan menerima beasiswa double. "Karena dari sumber anggaran yang sama," bebernya.

Untuk serapan beasiswa perguruan tinggi. Menurutnya on the track, serapannya cukup bagus. Karena antusias masyarakat cukup tinggi. Tinggal waiting list sisa kuotanya. Beda dengan SMA/SMK, sekali lagi ia menegaskan, serapannya tidak bagus.

"Kita lihat saja batas waktunya," demikian ketus Khusnul.

Copyright © Mili.id