Ajeng Wira Wati, Apresiasi Capaian IPM Surabaya, Desak Pemprov Hadir Dukung Pendidikan
Ajeng Wira Wati

Mili.id - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Surabaya tahun 2022 tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Kendati begitu, menurut Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati masih banyak persoalan di dalam dunia pendidikan.

"Misalnya, siswa belum bayar SPP dan lainnya," papar Ajeng kepada Mili.id

Ini, kata legislator partai Gerindra ini, termasuk dalam bullying. Sehingga secara emosi bikin siswa terisolasi. Sekolah tambahnya, merupakan lembaga publik. Maka tidak  jamannya memilih atau melayani sesuai selera.

Sebab, yang dibutuhkan adalah sinergitas dan komitmen dengan memecahkan  problem solving. Yakni bangun berkoordinasi, antara dinas pendidikan, provinsi beserta OPD, "Untuk dana beasiswa ataupun pendampingan," beber Ajeng.

Bahkan urainya, bila perlu diupayakan inovasi di bidang kemanusiaan. Antara wali murid ataupun berbagai pihak. Sembari mendesak pemprov ke depannya lebih mendukung dan membuat program pendidikan 12 tahun lebih baik lagi. Sekaligus mendukung dalam peningkatan SDM.

"Hingga IPM tersambung dengan sangat baik." tegasnya.

Ajeng memparkan, beasiswa SMA sederajat bisa jalan bila dapat dukungan sepenuhnya dari pemprov. Mengingat, lanjut Ajeng, masih ada anak SMK yang tidak boleh masuk sekolah, lantaran tergolong warga MBR, dan punya tanggungan Rp5 juta. Dan saat ini, Ajeng mengaku menunggu persetujuan Baznas.

"Beasiswa belum terserap banyak, kurang 13 ribu. Padahal anggarannya sudah memadai."demikian beber Ajeng.
 
Sebagai informasi: Beberapa tahun terakhir, BPS mencatat IPM Kota Surabaya mengalami peningkatan. 2020 sebesar 82,23, kemudian meningkat di 2021 menjadi 82,31.

Pada  2022, IPM Kota Surabaya mencapai 82,74 yang merupakan tertinggi di Jawa Timur. Nilai IPM itu, menunjukkan kualitas pembangunan manusia di Kota Surabaya berada pada kelompok status kategori 'sangat tinggi' (IPM ≥ 80).