Dewan PSI, Sebut Warga Keberatan Akan Kenaikan Tarif PDAM

Minta Air Bisa Langsung Diminum

© mili.id

Alfian Limardi

Mili.id - Kenaikan tarif PDAM diharapkan jadi motivasi mewujudkan pelayanan lebih baik. Bukan hanya mampu menyediakan air bersih, tapi siap langsung diminum.

Begitu kata Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Alfian Limardi, merespon penyesuaian tarif PDAM kepada Mili.id.

Dia mengaku banyak menerima keluhan masyarakat. Mereka keberatan akan kenaikan tarif tersebut. Walau, Walikota Eri Cahyadi mewacanakan memberikan air gratis atau cuma-cuma kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Kebanyakan mereka keberatan, tiba-tiba naik empat kali lipat, dari Rp400 menjadi Rp2600," beber Legislator PSI ini.

Maka, ia meminta masyarakat ke depannya lebih bijak menggunakan air itu, dan digunakan seperlunya. Sebab, menurutnya air merupakan komoditi alam yang sangat vital bagi manusia. Serta pembuatan air bersih butuh proses.

"Jadi tolong digunakan secara bijaksana," tegasnya.

Di samping itu, Alfian juga mengapresiasi peremajaan pipa sepanjang 2000 km. Menurutnya, ini merupakan visi yang bagus, sebab pipa tersebut umurnya sudah tua. Tapi di sisi lain, dia menilai, masyarakat terbebani dengan kenaikan kenaikan tarif PDAM.

"Apalagi masih proses pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19," tukasnya.

Alfian menuturkan penyesuaian tarif sebenarnya menimbulkan dilema bagi pihak terkait. Namun, ia mengajak semua stakeholder mencarikan solusinya, agar kenaikan tarif tidak jadi beban bagi masyarakat.

"Apakah bisa dinaikkan secara bertahap atau seperti apa?" demikian ujar Alfian.

Editor : Redaksi



Berita Terkait