F-Demokrat: Aksi Tauran Jangan Dibesarkan-besarkan, Serahkan Kepada Polisi

© mili.id

Mili.id - Tauran yang terjadi di Surabaya, menurut Ketua Fraksi Partai Demokrat, Mochamad Machmud terlalu dibesarkan-besarkan. Sebab tauran antar gangster sejak dulu sudah ada. Namun mengalami peningkatan, bawa senjata tajam (sajam) dan rantai.

"Dulu pakai tangan kosong, perang-perangan, sekarang bawa sajam, itu tidak boleh, kriminal," tegasnya.

Maka, ia menyerukan kasus itu sebaiknya diserahkan ke kepolisian. Polisi punya intelijen bisa mengantisipasi. Sekaligus melakukan pembinaan. Mengingat rata-rata usia mereka masih di bawah umur.

"Ini kriminal, harusnya polisi yang ambil alih untuk mengungkapnya," ujarnya.

Pemkot menurutnya, hanya sebatas mengantisipasi permasalahannya. Namun dalam penindakan ranahnya polisi. Polisi bisa menyamar dan berwenang melakukan penangkapan.

Soal indikasi pengalihan isu? Machmud belum memastikan, kepastian itu, tambahnya bisa didapat setelah pelaku ditangkap. Kemudian dilakukan pengusutan, apakah ini murni kriminal, aktualisasi diri atau pencarian identitas.

"Setelah ditangkap baru kita tahu motifnya?" Demikian ujar Machmud. 

Editor : Redaksi



Berita Terkait