Dugaan Pegawai Positif Narkoba, Pimpinan DPRD Surabaya Ngaku Belum Dapat Laporan

© mili.id

Reni Astuti

Mili.id - Sekretariat DPRD Surabaya telah melakukan tes urin kepada seluruh ASN dan tenaga outsourching (OS) di lingkungan DPRD Surabaya, pada Senin (12/12). Hasil tes urin diduga ada 7 pegawai positif Narkoba.

Namun, pimpinan DPRD Reni Astuti, mengaku belum mendapatkan laporan. Sehingga ia tidak bisa menduga kebenaran kabar tersebut. "Saya belum dapat laporan terkait hasilnya seperti apa?" kata Reni saat dikonfirmasi wartawan petang ini.

Reni menegaskan, bila dugaan itu benar, legislator PKS ini menyatakan, kasus itu akan disikapi bidang terkait. Mengingat, tes urin dilakukan untuk perbaikan kualitas kepegawaian.

"Kalau terkait dengan pegawai itu di sekwan," beber Reni.

Reni membeberkan, Sekretariat DPRD Surabaya tidak hanya melakukan tes urin, tapi juga menggelar tes psikologi, dalam rangka proses pergantian tahun anggaran baru. Karena, tiap tahunnya non PNS ada perpanjangan masa kerja.

"Kemudian ada tes psikologi, ditambah lagi tahun ini tes urin," demikian Reni.

Melansir beritajatim Sekretaris DPRD Surabaya Muntandar mengaku belum mengetahui hasil tersebut, dan masih menunggu laporan resmi BNNK Surabaya.

“Belum ada laporan hasil tes, karena apa? Karena sampai sejauh ini tidak ada laporan dari BNNK, masih belum. Dan ini tadi kan ada psikotes, jadi masih sangat mendesak. Untuk hasilnya kan kita belum dikasih tahu (yang posititif),” katanya.

Editor : Redaksi



Berita Terkait