Agar Data Warga Miskin Tak Menguap, Ajeng: Optimalkan Muskel, Dinsos Turut Mengawal

© mili.id

Ajeng Wira Wati

Mili.id - Ajeng Wira Wati, Wakil Ketua Komisi D meminta, dinas sosial (dinsos) turut hadir di musyawarah kelurahan (muskel).

Dinsos disarankan mendamapingi RT RW dan kader Surabaya hebat (KSH), untuk update data keluarga miskin yang dinilai berhak mendapatkan bantuan.

"Agar data yang diusulkan lebih optimal," ujar Ajeng, kepada Mili.id

Dengan begitu, legislator Gerindra ini yakin, data yang diusulkan, tidak menguap begitu saja. Apalagi berdalih belum disurvey. Padahal, telah tercatat di kementerian sebanyak 14.522 usulan baru dari dinsos.

Maka, ia menekankan muskel sebaiknya diadakan tiap bulan, per tanggal 10, di kelurahan. "Supaya prosedur musyawarah dalam perwali juga dilalui." tambah dia.

Di samping itu, politisi yang berangkat dari dapil I ini menyarankan, data yang tersaji betul-betul mengedapankan data surveyor dinsos. Sebab, dari sudut pandangnya lebih terlatih dan teredukasi. "Sehingga bisa objektif hasil datanya.

Untuk itu, menurut Ajeng perlu ada webiste bantuan sosial ala dinsos. Supaya masyarakat umum bisa memberikan masukan atau usulan, dan penerima manfaat bisa diakses kapan saja.

Dia menambahkan, dari 18.818 ada sekitar perbedaan 14ribu dari usulan tahun sebelumnya. Karenanya, ia mengimbau bagi warga yang layak menerima makanan, namun tidak menerima. Ajeng minta disesuaikan dengan belanja program pusat.

"Yakni menjadi program pemberian sembako," demikian papar Ajeng

Sementara, Kepala Dinsos Ana Fajriatin menjabarkan, pihaknya terus melakukan sinkronisasi data baik dari data Kemenko PMK untuk kemiskinan ekstrim, juga cek list di aplikasi sayang warga. Sebab, 2023 ada perbedaan belanja program. Sehingga Skema tahun ini memang beda.

"Utamanya dalam anggaran, karena yang digunakan anggaran bansos,"tutur Ana.

Dikatakan, data warga miskin di Surabaya dari Kemenko PMK 621 ribu orang. Kemudian disinkronkan lagi dengan data MBR 981 orang, dan cek list di aplikasi sayang warga. Maka totalnya sebanyak 63.8611 keluarga miskin. Data tersebut, sambungnya, dipastikan tidak akan dihapus.

"Sampai saat ini data 18.818 orang untuk penerima permakanan," tutupnya.

Editor : Redaksi



Berita Terkait