Dishub: Kami Siapkan Rute Bus Listrik Saja, DPRD Surabaya Sebut Belum Ada Kesepakatan Tarif

© mili.id

Launching peluncuran Bus listrik di Surabaya

Mili.id - Perihal tidak beroperasinya lagi Bus Listrik di Kota Pahlawan, Dinas Perhubungan (Dishub) turut buka suara.

Tujdjung Iswandaru, Kepala Dishub Surabaya mengatakan, kontrak Bus Listrik dilakukan oleh Kementrian perhubungan dengan pihak lain (pemenang tender). Kontrak tersebut, dilaksanakan setiap tahun. Dan baru berakhir pada 2022 lalu.

"Surabaya tidak tahu apa apa, hanya menyiapkan rutenya saja," ungkap Tundjung di Gedung DPRD kemarin.

Menurutnya, saat ini sedang dirancang kontrak baru, serta dilakukan evaluasi, termasuk pemeliharaan terhadap kelistrikan di bus tersebut. informasi ini, sambung dia, berdasarkan isi surat yang diterima dari direktur angkutan jalan kementrian perhubungan.

"Kita tunggu satu bulan, kalu tidak, Suroboyo Bus, rute yang lama akan dikembalikan lagi," demikian paparnya.

Sementara Komisi C DPRD Surabaya menilai, tidak beroperasinya lagi Bus Listrik, menunjukkan ketidak siapan pemerintah pusat. Padahal sudah ada pemenang dan tendernya sudah ditunjuk.

"Harusnya pemenang tender menyiapkan SPM nya" sesal Wakil Ketua Komisi C Aning Rahmawati.

Aning menilai, pengopersaian Bus Listrik di Surabaya kurang siap. Sebab banyak ditemui Bus yang mogok atau macet di jalan, lantaran belum didukung sarana dan prasarana stasiun listrik. "Kasus tersebut, saya jumpai dengan mata kepala sendiri." beber Aning

"Malah sekarang dihentikan," ketus legislator PKS ini.

Aning menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, diberhentikan nya operasi bus listrik tersebut, karena belum ada kesepakatan tarif, bukan lantaran kontrak. "Antara pemerintah pusat dengan pemenang tender," demikian ungkap Aning.

Editor : Redaksi



Berita Terkait