Resmikan Balai Latihan Kerja, Yahya Zaini juga Sosialisasi Pemberantasan Obat Ilegal

© mili.id

Yahya Zaini saat meresmikan BLK di Jombang

Mili.id - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) M Yahya Zaini meresmikan Badan Latihan Kerja (BLK) Komunitas Yayasan Bahrul ulum Kebondalem dan BLK Komunitas Yayasan Al Huda Jombang sekaligus peresmian Yayasan Al Huda di Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Sabtu (25/2/).

BLK Komunitas adalah unit pelatihan kerja yang dibangun oleh pemerintah pada lembaga pendidikan keagamaan, lembaga keagamaan, dan komunitas pekerja dengan keahlian tertentu.

Program ini bertujuan untuk mempermudah akses pelatihan dan memberikan keterampilan teknis berproduksi atau kejujuran sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Peserta pelatihan merupakan para calon pekerja di sekitar BLK Komunitas berada.



Kegiatan peresmian BLK di lakukan oleh Anggota Komisi 9 DPR-RI dari Partai Golkar, Yahya Zaini, Kepala desa Rejoslamet H Sulkhan, Ketua Yayasan Al Huda, Badan Pom Pusat dan warga desa Rejoslamet sekitar 4000 jiwa dari 5 dusun.

Dalam sambutannya DPRI Komisi IX itu menyampaikan semoga BLK ini bisa bermanfaat bagi masyarakat serta dapat meningkatkan keterampilan.

"Dengan adanya BLK Komunitas di Al Huda, semoga dapat bermanfaat serta bisa menambahkan ketrampilan peserta pelatihan" ucapnya.

Yahya juga menyampaikan jika operasional BLK akan di bantu oleh pemerintah selama 2 tahun yang kemudian akan berjalan mandiri.

“Operasional BLK ini akan di bantu pemerintah selama 2 tahun selanjutnya mandiri,Karena itu BLK di bangun di lokasi Yayasan ini" tambahnya.

Bantuan gedung BLK Komunitas dari Kementerian tenaga kerja yang diberikan kesempatan kepada anggota DPR RI untuk memperjuangkan di daerah pemilihannya masing-masing.

Diketahui Yahya Zaini mewakili Daerah Pilihan (Dapil) Delapan Jawa Timur meliputi  6 Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Timur yaitu Madiun, Nganjuk, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Jombang, kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto.

"Saya sebagai anggota DPR komisi  XI dari Partai Golkar, membawahi bidang Kesehatan, Ketenagakerjaan dan badan POM ( Pengawasan Obat dan Makanan),”jelasnya.

Selain peresmian BLK Komunitas dilakukan juga sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan.

Dalam kegiatan tersebut PLT Kepala Badan POM juga menjelaskan kepada masyarakat betapa pentingnya mengenali obat – obatan, serta komposisi obat tersebut dan peredarannya.

"Masyarakat harus paham tentang obat-obatan serta komposisi serta mengenalinya, agar tidak keliru dalam memilih obat yang dibutuhkan" jelasnya.

Ada 4 katagori peredaran obat yaitu obat dengan dengan kode hijau, biru yang bebas edar bisa di beli di toko- toko obat, kode merah( harus menggunakan resep dokter) dan obat – obatan jenis keras seperti narkotika juga psikotropika. 

Kades Rejoslamet H Sulkan menyambut baik atas diresmikannya BLK Komunitas di Desa Rejoslamet serta sosialisasi tentang obat-obatan dari BPOM.

“Mudah-mudahan dengan adanya BLK yang terletak di desa kita ini, bisa bermanfaat demi kemajuan SDM yang berkualitas”,ungkap H Sulkhan.

"Sosialisasi tentang obat-obatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat tentunya, agar masyarakat lebih hati-hati dalam menggunakan obat-obatan" pungkasnya. (*)

Editor : Redaksi



Berita Terkait
© mili.id

Dewan Pers Tolak RUU Penyiaran!