Amankan Belasan Remaja Perang Sarung, Dewan Gerindra Minta Pemkot Lebih Sigap

© mili.id

Mili.id - Pemkot Surabaya berhasil mengamankan sejumlah remaja dalam operasi cipta kondisi berskala besar. Kendati begitu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati mengimbau, pemkot lebih sigap lagi menjaga keamanan kota Pahlawan.

Selain menggandeng TNI, Polisi serta Danramil, menurutnya pemkot juga bisa bekerjasama dengan tokoh masyarakat, lalu tokoh agama memperbanyak kegiatan keagamaan. "Sepanjang bulan Ramadan," ujar Ajeng, petang ini.

Di samping itu, Ajeng menekankan, pemkot segera mengidentifikasi, memetakan daerah mana saja yang rawan. Kemudian, memasang banyak CCTV, sekaligus sering berpatroli di tempat sepi.

Sebab, beber Legislator Gerindra tersebut, tempat itu kerap dijadikan ajang tawuran atau perang sarung. Maka, waktu luang atau libur sekolah. Sebaiknya Dinas Pendidikan, Dinas Sosial memperkuat dengan keagamaan. Melalui Pondok Ramadan.

"Pun juga program di Balai RW serta program Puspaga," demikian Ajeng.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, awal Bulan Suci Ramadan, sudah terjaring beberapa remaja yang diduga telah melakukan aktivitas perang sarung. Remaja yang diamankan rata-rata berusia 15-18 tahun. Saat operasi cipta kondisi pada Kamis malam, sebanyak 5 remaja telah diamankan.

Pada Jumat malam, sebanyak 7 remaja juga telah diamankan. Para remaja kedapatan membawa sarung yang didalamnya sudah diikat dengan batu atau besi. "Nampaknya setiap Ramadan dan tahun ini muncul lagi, pengakuan yang tertangkap di Satpol, alibinya adalah mencari makan sahur. Tapi  ikut-ikutan perang sarung,” jelasnya, mengutip laman Surabaya . (rar)

Editor : Redaksi



Berita Terkait