Pentingnya Pendidikan Pancasila bagi Generasi Z

© mili.id

Agus Muh. Najib Direktur Sosialisasi dan Komunikasi BPIP (tangah)

Mili.id - Di zaman Orde Baru penataran  P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) dilaksanakan di sekolah, perguruan tinggi, ASN hingga masyarakat

Namun, kata Agus Muh. Najib
Direktur Sosialisasi dan Komunikasi BPIP,
di era reformasi, Pancasila diidentikkan dengan orde baru, sehingga kena imbasnya, Pancasila "diabaikan" bangsa Indonesia.

"TAP MPR nomor 2 1978 Tentang Ekaprasetia Pancakarsa dicabut, MPR kemudian BP7 lembaga yang menyelenggarakan Penataran P4 juga dihapus, tahun 2003 undang-undang sisdiknas tidak mewajibkan kita menjadikan Pancasila sebagai mata pelajaran wajib," kata Agus saat Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila, bertajuk 'Pendidikan Karakter Mahasiswa Nasional dan Patriotik Generasi Z' di Kampus Universitas 17 Agustus (Untag), Surabaya, pada Minggu.

Tidak lagi diselenggarakannya penataran P4, pendidikan Pancasila di sekolah tidak diwajibkan, hanya spintas dan tidak mendalam bagi generasi Z. Maka Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) dan BPIP, pernah menyerukan kembali, kesadaran untuk mempelajari Pancasila.

Namun, ia menegaskan, pembelajaran Pancasila tidak seperti di orde baru. Tetapi tafsirnya harus merujuk pada pengertian Pancasila yang digagas pendiri bangsa, dengan membedah dokumen otentik dan mempelajari buku terkait Pancasila.

"Disinlah pentingnya Pancasila untuk dipelajari generasi Z karena tidak dikenalkan dengan baik." bebernya.

Sehingga BPIP  berusaha untuk merevisi PP tentang sistem standar pendidikan nasional, bekerjasama dengan Kemendikbud. Menulis buku teks utama pendidikan Pancasila. Untuk SD, SMP dan SMA, yang akan diberlakukan pada tahun ajaran baru.

"Sehingga ajaran tahun 2023 diwajibkan ada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, begitu pula perguruan tinggi." demikian Agus. (rar)

Editor : Redaksi



Berita Terkait