Lagi UNICEF Dorong Surabaya Kota Layak Dunia, Cahyo: Masih Banyak Harus Dibenahi

© mili.id

Cahyo Siswo Utomo

Mili.id - Momentum Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 730, UNICEF melalui Perwakilan Wilayah Jawa Timur menyerukan, kota Pahlawan hendaknya bisa sejajar dengan kota layak dan ramah anak dunia.

Nah, untuk mensejajarkan diri menjadi kota layak dunia,  Cahyo Siswo Utomo, menurut Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Surabaya, harus dilakukan pembenahan, mulai kasus kekerasan,  pelecehan seksual yang kian meningkat.

Termasuk, tambah dia, bagaimana merumuskan langkah pencegahannya, agar kejadian serupa benar-benar tidak terulang kembali. "Ini jadi PR untuk kita semua," ungkap Cahyo kepada Mili.id, pada Selasa.

Cahyo memaparkan, faktor yang paling penting, bukan hanya sekedar fokus pada teori maupun kriteria UNICEF. Tetapi, segenap stakeholder bersama-sama, bergotong-royong melakukan pencegahan kasus itu.

"Walau tidak mungkin zero kasus." ujar Anggota Komisi D tersebut.

Cahyo menegaskan, untuk mencegah kekerasan, semua elemen tidak bisa bekerja sendiri. Tapi harus bersama, bergotong-royong untuk menjadikan Surabaya kota layak dunia.

Tentunya, dengan mengevaluasi dan merumuskan, bagaimana menghindari atau meminimalisir, kasus serupa di masa mendatang. "Karena secara realita, pasti akan terus ada kasus serupa," demikian Cahyo Siswo Utomo.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Jawa, Tubagus Arie Rukmantara mendorong, Surabaya yang berkali-kali menjadi Kota Layak Utama, dapat diterima menjadi anggota Child-Friendly City Initiative (CFCI) atau Kota Sahabat Anak tingkat Dunia.

“Ini sebagai pertanda bahwa anak-anak, warga dan pemerintah kota-nya akan ‘naik kelas’,” kata Arie di sela Resepsi HJKS, mengutip laman Surabaya. (rar).

Editor : Redaksi



Berita Terkait