Sederet Fakta Pembunuhan Mahasiswi Ubaya yang Mayatnya Dibuang ke Pacet

© mili.id

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Pasma Royce menunjukkan hasil mengolah tempat kejadian perkara.(foto:Rachmad FT/mili.id)

Surabaya - Kepolisan akhirnya membeberkan fakta-fakta atau kronologi secara utuh atas pembunuh mahasiswi Ubaya AN (25), yang mayatnya di masukkan dalam koper dan dibuang di Jurang Gajahmungkur, Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Kronologi itu terungkap setelah Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil menangkap dan mengintrogasi tersangka berinisial RBA (41) warga Gunung Anyar Kidul III no 9, Surabaya, yang juga merupakan guru les musik korban.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Pasma Royce mengungkapkan RBA membunuh korban di dalam mobil pada (4/5) ketika berhenti di depan Kebun Bibit Wonorejo, Jalan Kendalsari, Surabaya dengan sadis.

Dia menambahkan jika aksi sadis itu dilakukan kepada korban karena emosi dan ingin menguasai mobil korban. "Mereka sudah kenal sejak lima tahun lalu. Ia menjual handphone (HP) dan mobil korban," ungkapnya.

Pasma mengungkapkan, kronologi yang didapat dari hasil penyidikan, korban awalnya pada 3 Mei berangkat kuliah sekitar pukul 06.30. Saat itu, korban berangkat dan menjemput tersangka di salah satu kafe di Surabaya. Kemudian, tersangka mengantar korban ke kampusnya.

"Tersangka sempat mengantar korban ke kampusnya di Ubaya. Kemudian tersangka berkeliling dan menjemput korban lagi di kampus," katanya.

Setelah itu, keduanya ini berkeliling mulai dari makan hingga bertemu orang untuk menggadaikan mobil korban ini. Tersangka berencana menggadaikan mobil untuk modal usaha di Pacitan.

"Namun, hingga malam hari, tidak juga menemukan tempat gadai. Pada 3 Mei malam mereka akhirnya bermalam di parkiran apartemen Jalan Raya Tenggilis," ujarnya.

Keesokan harinya, pada 4 Mei, keduanya kembali berkeliling mencari pegadaian. Namun, ternyata tidak juga menemukan hingga akhirnya mereka berhenti di depan Kebun Bibit Wonorejo. Keduanya cekcok hebat saat itu.

"Cekcok ini sempat didengar warga, tersangka mengaku sakit hati karena perkataan korban. Ia kemudian membunuh korban," terangnya.

Selanjutnya, tersangka menuju ke rumah mertuanya mengambil koper dan membeli plastik wrapping. Korban dimasukkan dalam koper kemudian dililit plastik wrapping hingga empat lapis.

"Barang bukti ini yang digunakan oleh tersangka untuk membungkus jenazah lalu membuangnya di Jurang Gajahmungkur, Pacet, Kabupaten Mojokerto pada 5 Mei dini hari," urainya.

 Polisi yang mendapat laporan kehilangan korban ini melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka RBA pada 7 Juni lalu. Hasil interogasi tersangka mengaku membunuh korban dan membuangnya di Pacet.

"Awalnya kita menangkap pelaku dan dia mengaku jika mayat korban di buang di hutan, lalu kita berkoordinasi dengan pihak Taman Hutan Raya untuk mencari keberadaan jasad korban hingga akhirnya ditemukan," ungkapnya.

Saat dihadapkan di depan awak media RBA hanya tertunduk. Sedangkan saat ditanya oleh Kapolrestabes Surabaya Kombespol Pasma Royce terkait motif pembunuhan itu dilakukan karena sakit hati terhadap korban.

"Ada perkataan korban yang buat saya sakit hati sehingga saya khilaf. Saya menyesal. Rencana uangnya untuk operasional atau kebutuhan saja," tutur RBA.

Sedangkan saat ditanya kenapa harus berpindah-pidah tempat sebelum terjadi pembunuhan itu karena takut ketahuan.

"Tersangka ini berkeliling berpindah-pindah tempat tinggal karena takut ketahuan. Mobil sudah dijual namun berhasil kami amankan," terangnya.

Sementara itu, orang tua korban Bambang Sunarjo mencoba meluruskan kabar simpang siur yang beredar. Ia mengungkapkan, jika anaknya dan tersangka tidak ada hubungan asmara. Namun ia mencurigai tersangka mendekati anaknya untuk mengambil hartanya saja.

"Dua hari sebelumnya STNK mobil hilang, saya menduga sudah direncanakan oleh tersangka ini untuk menguasai mobil itu," terangnya.

Reporter: Rachmad FT

Editor : Aris S



Berita Terkait