BNNK Surabaya Fokus Jurus Kelurahan Bersinar guna Tekan Peredaran Narkoba

© mili.id

Singgih Dwi saat rapat pembahasan Raperda Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.(foto: Roy Ibrachim/mili.id)

Surabaya - Untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, BNNK Surabaya melakukan langkah preventif, dengan fokus ke program kelurahan bersinar (kelurahan bersih narkoba). 

Singgih Dwi Katim Rehab BNNK Surabaya mengatakan, program tersebut sudah mendapatkan SK dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Dari empat kelurahan yang jadi prioritas, dua di antaranya prioritas nasional, yaitu Tegalsari dan Kedungdoro.

Program kelurahan bersinar, merekrut 15 kader, 10 kader bidang penyuluhan, dan 5 kader bidang rehabilitasi. Menurut Singgih, mereka dibekali cara bersosialisasi menemukan penyalah guna narkoba, kemudian melakukan rehabilitasi rawat jalan. "Serta melakukan pendampingan," katanya, di Gedung DPRD Surabaya, pada Selasa (13/06/2023).

Ia memaparkan, untuk menentukan keluhan bersinar, ditentukan beberapa kriteria. Yakni, kategori bahaya dan merah. Berkoordinasi dengan warga setempat, untuk menekan angka penyalah guna. Bahkan, paparnya, pihaknya bersama warga berhasil mengungkap Bandar. 

"Hingga turun kategorinya, dari bahaya masuk kategori aman," ungkapnya.

Namun, ia mengingatkan tim kelurahan bersinar bukan mata-mata BNN, tapi merupakan agen pihaknya, melakukan rehabilitasi bagi penyalah guna dan melakukan pendampingan bagi mereka yang berisiko tinggi. 

Sehingga, mereka yang pernah pakai narkoba, tidak takut datang ke BNNK untuk melakukan pengobatan. Sebab, kader kelurahan bersinar, langsung melakukan pengobatan. Kendati begitu, bila sudah masuk kategori sedang atau berat, dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Menur. 

"Jadi penanganannya lebih cepat," pungkas Singgih Dwi. 

Reporter: Roy Ibrachim

Editor : Aris S



Berita Terkait