Dua HP Dalam Roti Tawar Gagal Diselundupkan ke Lapas Sidoarjo

© mili.id

IS didampingi petugas Lapas Sidoarjo.(Kemenkumham Jatim for mili.id)

Surabaya - Seorang pengunjung Lapas Kelas II A Sidoarjo diamankan petugas lapas karena kedapatan mencoba menyelundupkan dua ponsel yang dimasukkan ke dalam roti tawar, Kamis (15/6/2023).

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kanwil Kemenkumham Jatim, pelaku berinisial IS (27), warga Kalidawir, Tanggulangin, Sidaorjo. Ia merupakan adik kandung dari warga binaan lapas (WBP) berinisial AC, yang tersandung kasus penyalahgunaan narkotika.

Saat ini, IS telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Betul, kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 09.15 WIB, saat pelayanan penitipan barang untuk warga binaan," sebut Kakanwil Kemenkumham Jatim, Imam Jauhari saat dikonfirmasi.

Imam menjelaskan bahwa IS saat berkunjung itu tengah menitipkan beberapa makanan, termasuk diantaranya dua bungkus roti tawar. 

Namun, saat digeledah petugas, di dalam roti tawar itu terdapat dua ponsel yang hendak diberikan kepada kakaknya.

"Petugas curiga karena paket roti yang dikirimkan beratnya tidak normal dan bentuknya agak kurang rapi. Akhirnya digeledah dan ditemukan dua ponsel tersebut," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Prayogo Mubarak mengatakan bahwa jajarannya berhasil mengamankan dua ponsel yang diselundupkan IS. 

"Dua ponsel yang kami amankan itu ditaruh di bagian tengah roti yang telah disobek," ungkapnya.

Pria lulusan AKIP Angkatan 40 itu melanjutkan bahwa untuk mengelabuhi petugas, IS juga menyertakan nasi dan lauk pauk dalam paket penitipan barang.

"Setelah kami interogasi, pelaku juga mengakui bahwa dirinya mendapatkan upah sebesar Rp 600 ribu untuk setiap ponselnya," katanya.

Prayogo menyatakan tidak ada jerat pidana untuk IS. Namun namanya telah dimasukkan daftar cekal dan tidak diberikan hak untuk berkunjung atau memanfaatkan layanan lapas.

"Termasuk warga binaan berinisial AC yang terlibat langsung kami berikan sanksi, ditempatkan di sel tutupan sunyi sambil menunggu proses BAP dan pemberian sanksi yang lain," tegasnya.

Prayogo menandaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pihaknya ini sudah sesuai SOP. Yakni untuk meminimalisir adanya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti adanya senjata tajam, narkoba, dan yang lainnya, yang dapat menganggu ketertiban lapas.

"Sebelumnya kami sudah mengantisipasi kepada seluruh warga binaan agar bersikap kooperatif demi menjaga keamanan dan ketertiban. Bahkan kami juga menyampaikan jangan sampai memasukkan barang-barang terlarang terutama senjata tajam bahkan narkoba, jika ketahuan akan kami tindak tegas," pungkasnya.

Reporter: Zain Ahmad

Editor : Aris S



Berita Terkait