Kakek Nenek Penjual Cincau Hitam Pasuruan Naik Haji

© mili.id

pasangan suami istri Djamian dan Yulias Miana di teras rumahnya.(foto: Mochamad Rois/mili.id)

Pasuruan  -  Untuk bisa naik haji, selain takdir panggilan dari Allah SWT memang memerlukan niat hati yang tulus beribadah.

Seperti pasangan suami istri Djamian (62) dan Yulias Miana (60), penjual cincau hitam atau janggelan/cao di pasar tradisional di Pasar Kebonagung, Kota Pasuruan ini, yang pada tahun ini berangkat ke Tanah Suci.

"Saya mulai menabung haji pada tahun 2009 lalu, menunggu anak-anak saya menikah dan lulus kuliah," jelas Yulias Miana saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Rabu (14/6/2023).

Nenek Miana sapaan akrabnya, menceritakan jika ia bersama suaminya mengais rezeki berjualan cincu hitam di pasar sejak tahun 1983. Setiap keuntungan yang diperolehnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan menyekolahkan 3 anaknya.

"Modal awal itu cuma jualan 3 balok kotak cincu hitam, kulaknya masih seharga Rp 100," ceritanya.

Lambat laun merintis usaha, jumlah dagangan Miana dan suaminya pun mulai perlahan bertambah bergam secara bertahap. Mulai dari menjajakan minuman dawet, kolang kaling, kue basah, hingga bubuk jamu.

Setelah ketiga anak sukses dengan dunianya masing-masing, Miana pun mulai fokus menabung untuk ibadah haji.

"Nabungnya itu setiap hari, kadang ya kalau ada 20 ribu ya tetep saya tabung di celengan. Pas terkumpul Rp 1 juta, 2,5 persennya saya zakatkan, lalu saya setorkan ke bank," tegasnya.

Dua tahun istiqamah menabung setiap harinya, Miana pun menuai hasilnya. Uang yang selama ini ia tabung sudah cukup untuk membayar biaya haji dirinya dan suaminya.

Djamian pun dibuat kaget. Sebab, usaha Miana menabung selama ini sama sekali tidak diketahui oleh Djamian.

"Suami saya saja selama ini tidak tahu kalau ada tabungan, dia kaget dan baru mau diajak haji setelah yakin dan siap," cerita nenek yang sudah memiliki 7 cucu ini.

Setelah mendaftar haji di tahun 2011, ujian Miana pun tidak berhenti disitu. Ia dan suaminya harus sabar menunggu antrean. Selang 12 tahun berselang, tepatnya di tahun 2023 ini, Djamian dan Miana mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.

Pasangan kakek nenek asal Kelurahan Pohjentrek ikut kelompok terbang (Kloter) 66 Kota Pasuruan. Untuk pemberangkatannya akan dijadwalkan hari ini Jumat (16/6/2023).

"Alhamdulillah Allah berikan berkah pada pekerjaan saya. Hasil kerja saya bareng suami bisa dipakai bersama-sama pergi ke Tanah Suci," tandasnya.

Reporter: Mochamad Rois

Editor : Aris S



Berita Terkait