Perajin Pisau di Kota Probolinggo Kecipratan Berkah Idul Adha

© mili.id

Roni Sudarmanto mengerjakan pisau pesanan dari luar daerah (Foto: Moh Ahsan Faradisi/mili.id)

Probolinggo - Hari Raya Idul membawa berkah bagi perajin pisau di Kota Probolinggo.

Pesanan pisau untuk menyembelih hewan kurban mengalami peningkatan. Pesanan bahkan meningkat hingga 200 persen dari hari biasanya.

Berkah itu, salah satunya diperoleh Roni Sudarmanto, perajin pisau asal Jalan Manggis, Kelurahan Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Meski membuka usaha pisau di kios sederhana, tapi pesanan sudah datang sejak sebulan sebelumnya.

Pria berusia 39 tahun ini menceritakan bahwa dirinya menjadi pengrajin pisau sekitar 4 tahun lalu, saat ekonomi keluarganya memprihatinkan. Jangankan untuk belanja baju, membeli beras saja saat itu susahnya minta ampun.

"Sampai istri saya mengeluh karena sudah tidak ada beras di dapur. Ide membuat pisau muncul ketika saya duduk termenung di teras rumah dan melihat istri menggunakan pisau buatan saya, sampai terbesit di pikiran saya jadi pengrajin pisau ini," tutur Roni, Sabtu (17/6/2023).

Menurut Roni, untuk percobaan pertama dirinya membuat pisau dari gergaji bekas. Setelah pisau itu jadi, kemudian diposting di media sosial pribadinya. Tanpa disangka, ternyata banyak pesanan datang hingga mencapai 55 pisau yang dipesan.

"Kaget juga pas awal-awal dapat pesanan sampai 55 pisau yang harus saya buat. Setelah selesai dibuat dan dikirim ke pemesan, uang yang saya dapatkan saat itu sekitar Rp1,5 juta. Alhamdulilah cukup buat beli kebutuhan rumah dan lain-lain," terang dia.

Dari situlah, Ron mulai menekuni profesinya sebagai perajin pisau. Selain keuntungannya yang lumayan, membuat pisau tidak membutuhkan atau mengandalkan alat-alat berat.

"Paling hanya mesin bor mesin gerinda untuk alat yang paling dibutuhkan kalau buat pisau. Kalau bahan-bahannya juga tidak sulit. Sampai saat ini sudah tidak hanya menerima pesanan pisau saja, tapi celurit hingga samurai sudah saya buat," ujarnya.

Karena banyaknya pesanan, Roni kini mengajak dua orang dari sanak familinya untuk menjadi karyawan, yang bertugas memotong bahan pembuatan pesanan hingga finishing.

"Karena banyak pesanan, dan keterbatasan waktu atau tenaga, saya putuskan membatasi pesanan yang kami terima. Menjelang Hari Raya Idul Adha kali ini saja, kami sudah terima 150 sampai 200 pesanan," beber dia.

Sementara untuk harganya, Roni mematok sesuai ukuran pemesan, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp 200 ribu. Untuk ukurannya sendiri, mulai dari 8 sampai 40 sentimeter.

"Sedangkan untuk pemesan, tidak hanya dari Kota Probolinggo, dari luar daerah juga ada sepeti Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Madura sampai Mojokerto," tambah dia. 

Terlepas itu, Roni berharap ada bantuan dan dukungan pemerintah untuk meningkatkan usahanya.

"Bantuan kami harapkan, agar bisa menambah karyawan dari warga sekitar," pungkasnya.

 

Reporter: Moh Ahsan Faradisi

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait