Yogyakarta Tuan Rumah Pertemuan Perdana ASEAN Village Network 2023

© mili.id

Pelataran Tebing Breksi Desa Sambirejo akan menjadi lokasi jamuan makan ASEAN Village Network (Foto: Tim Publikasi dan Data Informasi Dirtjend PDP Kemendesa PDTT)

 

Yogyakarta - Daerah Istimewa Yogyakarta terpilih sebagai tuan rumah Rencana Aksi Pembangunan Desa dan Pengentasan Kemiskinan ASEAN (ASEAN Framework Action Plan on Rural Development and Poverty Eradication) Tahun 2023.

Itu setelah diperoleh kesepakatan lintas kementerian/lembaga dan perwakilan negara ASEAN dalam rapat persiapan pelaksanaan kegiatan.

ASEAN Framework Action Plan on Rural Development and Poverty Eradication Tahun 2023 akan mengadakan dua agenda kegiatan.

Dua agenda itu adalah ASEAN Collaborative Forum on Localizing 2030 SDGs in the Village dan ASEAN Rural Culture Expo in the Framework of ASEAN Identity, sebagai bagian program kerja Senior Official Meeting on Rural Development and Poverty Eradication (SOMPRDPE) Keketuaan Indonesia di ASEAN Tahun 2023.

Bersamaan dengan agenda kegiatan SOMPRDPE, akan digelar pula kegiatan ASEAN Village Network (AVN), yang akan dihadiri oleh seluruh perwakilan SOMRDPE dan kepala desa dari 10 negara anggota ASEAN.

"Kami akan terus berkoordinasi intensif dan berkomitmen dengan berbagai pihak agar kegiatan ini dapat terselenggara dengan maksimal. Mengingat waktu pelaksanaan sudah sangat dekat," terang Direktur Advokasi dan Kerja Sama Desa dan Perdesaan, M Fachri tertulis, Kamis (22/6/2023).

Fachri memastikan kesiapan kegiatan ASEAN Village Network (AVN). Event ini akan diselenggarakan di Yogyakarta, yang direncanakan pada 24 hingga 27 Juli 2023.

"Kami akan terus berkoordinasi intensif dan berkomitmen dengan berbagai pihak agar AVN ini dapat terselenggara dengan maksimal. Mengingat waktu pelaksanaan sudah sangat dekat," jelas dia.

Fachri mendorong pentingnya kolaborasi pentahelix agar dapat maksimal penyelenggaraan AVN ini. Setelah rapat tersebut, seluruhnya menuju Desa Sambirejo dan Mangunan untuk melihat lokasi penyelenggaraan dan melanjutkan pembahasan teknis terkait pembagian tugas oleh masing-masing pihak.

Dari pertemuan tersebut disepakati Desa Sambirejo yang terletak di Kabupaten Sleman akan menjadi lokasi pembuka dari rangkaian kegiatan SOMRDPE kali ini. 

Seluruh perwakilan SOMRDPE dan Kepala Desa dari 10 Negara ASEAN akan disambut dengan hangat dalam jamuan makan malam 'welcoming dinner' yang menyuguhkan kuliner tradisional di sekitar pelataran Tebing Breksi.

Sedangkan untuk Desa Mangunan, Kabupaten Bantul akan menjadi lokasi pelaksanaan expo produk unggulan desa se-ASEAN dan lokasi kunjungan lapangan.

Kegiatan expo ini mendapat dukungan penuh oleh Bank DIY yang akan dikemas dengan konsep yang berbeda dari biasanya.

Selain sebagai ajang pameran produk-produk unggulan dari seluruh desa anggota AVN, juga akan menampilkan pagelaran seni budaya yang atraktif dan interaktif, wisata kuliner, serta produk kerajinan lokal desa.

"Melalui kegiatan ini menunjukkan bahwa desa bisa dan berdaya. Desa dengan segala potensinya merepresentasikan identitas ASEAN yang mampu unjuk gigi tidak hanya di level nasional, tetapi juga level regional atau bahkan internasional," tambah Fachri.

Sementara Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar melalui SOMRDPE menginisiasi pembentukan ASEAN Village Network, untuk bertukar pandangan dan praktik baik tentang solusi cerdas dalam menanggapi permasalahan di desa.

Sebagai implementasinya, SOMRDPE menominasikan 9 desa yang telah mendapatkan berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun provinsi dalam bidang pariwisata, digital dan produk unggulan.

9 desa tersebut mewakili masing-masing bidang, yaitu Desa Wisata meliputi Desa Mangunan, Yogyakarta, Desa Kembang Kuning, NTB, dan Desa Sekapuk Jawa Timur dan Desa Digital mencakup Desa Cibiru Wetan, Jawa Barat, Desa Duda Timur, Bali, dan Desa Kubu, Kalimantan Barat.

Kemudian OVOP mencakup Desa Muara Badak Ulu, Kalimantan Timur, Desa Namang, Kepulauan Bangka Belitung dan Desa Blendung, Jawa Tengah.

AVN merupakan momentum baik bagi desa-desa di negara ASEAN untuk bertukar pandangan dan mendiskusikan isu-isu desa. Dengan program ini, suara desa dapat terdengar dan dipertimbangkan baik di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

Sebagai refleksi, dalam KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo-NTT, AVN menjadi program yang diprioritaskan pelaksanaannya yang dideklarasikan dalam ASEAN Leader Joint Statement. 

Kemendesa PDTT juga diapresiasi oleh Kementerian Luar Negeri atas suksesnya penyelenggaraan tahun lalu dan pertama kalinya sejak Tahun 1997 kegiatan SOMRDPE diadakan di desa. Karena itu program ini diprioritaskan dan didorong untuk dilaksanakan secara berkelanjutan.

 

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait