Warga Sumberkare Probolinggo Krisis Air Bersih

© mili.id

Warga di Dusun Pelang Kerep, Desa Sumberkare mengambil air bersih dari resapan sungai untuk dikonsumsi. Kekeringan masih jadi momok bagi warga sekitar.(Moh Ahsan Faradisi/mili.id)

Probolinggo - Salah satu kampung di Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo setiap musim kemarau tiba pasti krisis air bersih. Kekurangan ini bahkan sudah menjadi momok bagi warga sekitar.

Kekeringan dialami warga di Dusun Pelang Kerep, Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto. Bahkan, setiap datang musim kemarau, warga sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) harus rela mengkonsumsi air bersih dari resapan air sungai, baik untuk diminum dan lain-lainnya.

Ironisnya, terhitung dua bulan terakhir ini warga harus mengonsumsi air resapan sungai untuk minum dan masak, hingga sebagai pakan ternak. Untuk mendapatkan air serapan sungai itu, warga sekitar harus mengeluarkan keringat terlebih dahulu.

"Karena tidak langsung dapat air bersih, jadi harus menggali tanah yang kedalamannya sekitar 30 sampai 50 centimeter. Baru setelah air keluar dan dipastikan jernih, bisa langsung ngambil tapi sedikit demi sedikit," kata salah seorang warga setempat, Suci, Senin (26/6/2023).

Karena itu, lanjut Suci, adanya pembangunan sumur bor sangat diperlukan untuk mendapatkan air bersih kedepannya. Sebab, usai memperoleh air bersih dari resapan sungai, dia bersama warga lainnya harus memikul hingga ke rumah yang jaraknya lumayan melelahkan.

"Kalau satu kali bawa mendingan, tapi ini paling tidak 2 sampai 3 kali naik turun ke sungai dan harus bawa ember. Kalau mau banyak ya harus berkali-kali bolak balik ke sungai," ungkapnya.

Senada dengan Suci, Siha salah seorang warga setempat juga berharap pembangunan sumur bor di sekitar pemukiman warga. Hal tersebut sebagai solusi di tempat tinggalnya terbebas dari kekeringan jika memasuki musim kemarau. 

"Sebenarnya ada pipa PDAM, tapi sudah dua bulan belakangan ini tidak mengalir. Biasanya sih setiap bulan tiap rumah bayar Rp 15 ribu, tapi karena macet sudah dua bulan, kita tidak bayar," pungkasnya.

Reporter: Moh Ahsan Faradisi

Editor : Aris S



Berita Terkait