PAD Pemkot Surabaya Jeblok Akibat Sering Ganti Kepala Dinas

© mili.id

Anggota Komisi A DPRD Surabaya Muchamad Machmud (foto: Roy Ibrachim/mili.id)

Surabaya - Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Surabaya 2022 tidak mencapai target, hanya sebesar 84 persen dari yang ditentukan. Sehingga hal ini mendapat sorotan anggota Komisi A DPRD Surabaya, Muchamad Machmud. 

Diungkapkan Machmud bila realisasi 84 persen pendapatan pada 2022 ini paling jeblok sepanjang sejarah berdirinya Surabaya. Sehingga, ia menduga pedapatan 2023 akan mengalami hal serupa. 

"Saya menduga-duga saja, kira-kira aromanya sudah tercium, kalau nanti jeblok lagi 2023 ini," ungkap Machmud, Senin (3/7). 

Pemicu hal ini diantaranya tidak ada mobilisasi gambaran pajak dan retribusi daerah yang tinggi. Karena pemkot tidak fokus, dan gonta-ganti kepala dinas atau OPD. 

"Karena tidak fokus di situ, sekarang ganti kepala (dinas), tidak dapat ganti kepala dinasnya (lagi)" sergah Machmud. 

Bagi dia, hal semacam ini tidak menemukan sesuatu yang unggul, tidak melakukan gebrakan luar biasa. Namun, pemkot malah mengharap hasil luar biasa. "Mana mungkin sesuai harapan," tukas legislator Demokrat ini. 

Padahal, tambah dia, ekonomi saat ini sedang membaik, banyak konser musik digelar, mall ramai, hingga parkir pun susah. Sayangnya, malah pemkot susah terkait keuangan. "Implementasi dari kesulitan uang itu apa," tanya Machmud. 

Dampak tidak tercapainya target tersebut, berdampak banyak keluarga miskin (gamis) sekarang tidak dimasukkan kategori itu, begitupula untuk permakanan, bantuan bagi orang yang tidak mampu, anak yatim dan terlantar juga distop, karena tidak ada anggarannya. 

"Seperti semacam ini kenapa terjadi, Karena memang uangnya enggak ada," pungkas Machmud. 

Reporter: Roy Ibrachim

Editor : Aris S



Berita Terkait