Sebelum Meninggal di Tanah Suci, Keluarga Haji Asal Jombang Sempat Hilang Kontak

© mili.id

Foto almarhum sebelum berangkat ke tanah suci.(Apriyanto/mili.id)

Jombang - Sebelum dinyatakan meninggal, pihak keluarga Mohammad Solichan (66), jemaah haji asal di Desa Kedawong, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sempat hilang kontak.

Menurut keterangan Fifin Sholfiatin Nur Huda (31), anak pertama dari Solichan, kedua orang tuanya berangkat ke Tanah Suci melalui kelompok terbang (kloter) 77, dan berangkat tanggal 27 Juni lalu.

"Bapak masuk kloter 77 berangkat pada 27 Juni hari Selasa. Kalau dari sini berangkat sama ibu," ujarnya, Selasa (4/07/2023).

Lebih lanjut ia mengatakan, pada hari Selasa (27/06/2023)kemarin, pihaknya mengaku bahwa Solichan masih dalam keadaan sehat. Namun keluarga kehilangan komunikasi dengan Solichan.

"Hari Selasa kemarin bapak itu masih sehat terus setelah itu keluarga sempat kehilangan kontak gara-gara Hp bapak itu hilang," katanya.

Ia menyebut, selama dua hari, pihak keluarga yang ada di Jombang, tidak bisa menghubungi kedua orang tuanya yang ada di Tanah Suci.

Dan setelah bisa melakukan komunikasi, Fifin mengaku mendapat kabar bahwa ayahnya dalam kondisi sakit, dan menjalani perawatan.

"Jadi dua hari kita gak kontak terus lebaran hari Jumat siang itu baru dapat info bahwasanya bapak itu lagi sakit," tuturnya.

Ia menegaskan, Solichan menderita sakit saat berada di Musdalifah. Karena, pada saat Solichan berada di Arofah. Ia masih bisa berkomunikasi dan kondisi Solichan sehat bugar.

"Kalau tidak salah mulai dari Musdalifah sakitnya, sebab pas masih di Arofah itu dalam kondisi sehat masih seger gitu," ujar Fifin.

Selang waktu dua hari, sambung Fifin pihak keluarga mendapati, Solichan dalam kondisi yang kurang baik, sampai terlihat berubah drastis.

"Setelah dua hari itu terlihat perubahan drastis, bapak saya terlihat kurus gitu, kurus banget," katanya.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan dokter pada keluarga di Jombang, Solichan di Tanah Suci, mengalami dehidrasi.

"Katanya kalau versi dokter itu bermula dari dehidrasi, terus asupan makanan tidak bisa masuk, karena setiap makan muntah. Jadi sakitnya mulai hari Rabu, kemudian meninggalnya hari Sabtu jam 12 malam kalau waktu di sini," tuturnya.

Mendapat kabar bahwa Solichan dinyatakan meninggal dunia, di Makkah. Pihaknya mengaku seluruh keluarga di kampung halaman merasa kaget.

"Rasanya kaget, sedih campur aduk karena kayak tidak nyangka gitu, ya kita itu benar-benar kaget shok," ujarnya.

Sementara itu, Ilham Rohim kasi penyelenggara haji dan umroh Kemenag Jombang membenarkan bahwa Solichan jemaah haji asal Desa Kedawong, Kecamatan Diwek, meninggal dunia di Makkah.

Ilham mengaku, sebelum dinyatakan meninggal dunia di Makkah, almarhum sempat dalam kondisi sakit dan menjalani perawatan medis yang ada di Tanah Suci.

"Almarhum bapak haji Solichan setelah melakukan rangkaian kegiatan ibadah haji, beliau kembali ke hotel Mekkah dalam kondisi demam, batuk dan sesak nafas," tuturnya.

Karena mengalami sesak nafas, Ilham menyebut, Solichan sempat diberikan bantuan pernafasan menggunakan tabung oksigen. Akan tetapi kondisi Solichan tak kunjung membaik malah menurun. Hingga akhirnya meninggal.

"Sampai dibantu dengan oksigen, kemudian kondisinya beliau menurun. Dan pada tanggal 1 Juli 2023, beliau dipanggil oleh Allah di Tanah Suci Makkah," ujar Ilham.

Seperti diberitakan sebelumnya, jamaah haji asal Kabupaten Jombang, meninggal dunia di Makkah. Usai menjalani serangkaian ibadah haji.

Reporter: Apriyanto

Editor : Aris S



Berita Terkait