Sempat Rugi Ratusan Juta Rupiah, Laba PD RPH Surabaya Kini Capai Rp 1 M

© mili.id

aktivitas pemotongan hewan di RPH Surabaya. (dok/mili.id)

Surabaya - Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH) Surabaya tahun 2023 mendapat laba sebesar Rp 1.064.858.895, hingga Mei 2023.

Menurut Dirut PD RPH Surabaya Fajar Arifianto Isnugroho, pada tahun 2022 laporan keuangan PD RPH rugi sebesar Rp 830.527.229.

"Meskipun ada perbaikan di sektor pendapatan, namun belum bisa menutup biaya operasional," kata Fajar kepada wartawan, Jumat (7/7).

Fajar memaparkan, pendapatan PD RPH Surabaya disektor jasa dan niaga 2022, sebesar Rp 9,2 miliar. Dikatakan, jumlah tersebut naik dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 7,6 miliar.

Kendati begitu, beban HPP (harga pokok penjualan) dan usaha tinggi naik 1 persen pada 2021, sebesar Rp 10,5 miliar.

"Sedangkan pengeluaran tertinggi di gaji, beban angkut kotoran, penyusutan bangunan, listrik dan bahan bakar," pungkas Fajar Arifianto Isnugroho.

Laba yang diperoleh PD RPH Surabaya per Mei 2023 ini mendapat apresiasi Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno.

Menurutnya, hal ini dampak penyesuaian tarif jasa potong baru. Sehingga, dari kegiatan usaha PD RPH, potensi mendapatkan laba lebih besar, setelah dihitung dengan beban biaya.

"Progres pendapatan RPH lebih baik, dengan penyesuaian tarif jasa potong yang berlaku," kata Anas, Jumat (7/7).

Maka Anas berharap, akhir 2023 mendatang, RPH bisa mendapat laba Rp 2 miliar. Dengan memanfaatkan sisa waktu 7 bulan secara maksimal. Terus bekerja keras, agar menghasilkan deviden bagi pendapatan asli daerah (PAD) Surabaya.

"BUMD Surabaya harus sehat dan berkontribusi bagi PAD Surabaya," demikian Anas Karno.

Sebagai informasi: Jasa pemotongan sapi di RPH Surabaya, semula Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu. Kambing Rp 7.500 menjadi Rp 15 ribu, dan babi dari Rp 65 ribu menjadi Rp 115 ribu.

Reporter: Roy Ibrachim

Editor : Aris S



Berita Terkait