Emak-emak Blokade Jalan Pembangunan Sungai di Jombang: Proyekmu Menggangguku

© mili.id

Emak-emak memblokade jalan proyek di Jombang (Foto: Aprianto/mili.id)

Jombang - Sejumlah emak-emak di Desa Kepuhdoko Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang sempat memblokade jalan menuju proyek pembangunan sungai di wilayah setempat, Selasa (18/7/2023).

Indiarti (41), salah satu emak-emak peserta aksi mengaku geram dengan aktivitas kendaraan proyek pembangunan sungai yang dikerjakan PT Rudi Jaya Beton itu.

Oleh karena itu, warga yang didominasi emak-emak menuntut kerugian pada perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut.

"Warga ini menuntut ganti rugi, dari retak rumah, terus kerugian kebisingan dan debu-debu yang setiap hari gak berhenti. Kebisingan itu dari pagi sampai malam, gak pernah berhenti," ungkap Indiarti.

Dia menyebut bahwa warga menuntut uang ganti rugi Rp5 juta pada PT Rudi Jaya. Untuk itu warga ingin bertemu dengan pihak perusahaan, sehingga tuntutan mereka bisa diakomodir.

"Setiap hari ada 20 kali lebih, kendaraan truk besar tronton, molen dan jalannya itu gak pelan. Jalannya tidak sopan. Jalane kenceng. Kalau dipertemukan kami berani. Dan kami sangat dirugikan. Kalau gak terealisasi kami akan bersiteguh tetap menutup jalan," tegas dia.

Menurutnya, selama ini warga hanya mendapat janji manis saja, sejak awal proyek hingga saat ini akan berakhir.

"Kami sudah hampir satu tahun dijanjikan, dan mereka gak ada omongan apapun. Sampai empat rumah yang rusak," tutur Indiarti.

Hal senada diungkapkan Taufik (49), warga setempat. Katanya, warga sudah jenuh dengan janji PT Rudi Jaya Beton terkait kompensasi.

"Aksi ini dipicu kerusakan empat rumah warga. Ada yang lantainya retak, rumah retak, yang diakibatkan lalulintas truk molen proyek. Sejak awal proyek sampai mau selesai ini mas," tambahnya.

Meski mediasi warga dengan perusahaan sudah dilakukan, tapi berjalan buntu. Karena warga merasa tuntutannya tidak diakomodir oleh perusahaan.

"Sudah pernah dimediasi. Warga minta kompensasi Rp5 juta rupiah per rumah. Tapi pihak perusahaan hanya mau ngasih sembako dan uang ganti rugi Rp250 ribu," beber dia.

Setelah sempat diblokade emak-emak, jalan menuju proyek akhirnya kembali dibuka setelah mediasi dilakukan antara warga dan pihak perusahaan. Perusahaan sepakat memberikan kompensasi sebesar Rp4 juta bagi warga yang terdampak.

"Aksi warga tadi, minta kompensasi terkait adanya kerusakan rumah dan polusi. Ada empat rumah yang terdampak. Setelah kami sampaikan ke perusahaan akhirnya sepakat diberikan kompensasi Rp4 juta setiap rumah, berlaku mulai hari ini. Dan ini jalannya sudah dibuka, bisa diakses," terang perwakilan PT Rudi Jaya Beton, Arif Budi Satrio.

 

Reporter: Elok Apriyanto

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait