Sederet Fakta di Balik Viralnya Santriwati Magetan Tenteng Senjata Laras Panjang

© mili.id

Santriwati di Magetan tenteng senjata laras panjang (Foto: Akun Instagram @islah_bahrawi)

Magetan - Foto sejumlah santriwati di Magetan menenteng senjata laras panjang, viral di media sosial.

Dua foto itu diupload akun Instagram @islah_bahrawi pada Jumat (28/7/2023).

Foto pertama menunjukkan 6 santriwati berpakaian berwarna merah, berkerudung biru dan memakai rok warna biru. Foto kedua memperlihatkan 7 siswi berseragam pramuka.

Pada kedua foto, mereka sama-sama memegang senjata laras panjang, dilengkapi pakaian semacam rompi anti peluru.

"Dari hasil telusuran pencarian gambar di Google, tangkapan gambar ini dari sekolah Baitul Qur'an di Magetan (belum terkonfirmasi). Tampak para siswi memegang senjata laras panjang dan rompi anti peluru (kemungkinan replika)," tulis islah_bahrawi seperti dilihat mili.id, Senin (31/7/2023).

Menurut islah_bahrawi, jenis pendidikan yang diberikan itu bisa saja pelajaran strategi dan kemampuan perang (I'dad) atau latihan fisik dengan senjata pembunuh artifisial.

"Pendidikan seperti ini bagi generasi muda hanya akan menanamkan glorifikasi perang. Alih-alih memiliki keinginan untuk memajukan agamanya melalui ilmu pengetahuan, bisa jadi generasi muda kita hanya akan berpikir tentang perang di masa depan mereka," ungkapnya.

"Entah siapa yang bisa mengklarifikasi gambar ini atau yang harus bertanggung jawab atas metode pendidikan seperti ini," tambah dia.

Dia pun memberikan pesan kepada para pelajar, bahwa agama diturunkan oleh Tuhan bukan untuk berperang, melainkan agar manusia saling mengenal satu sama lain dengan segala perbedaan.

Dia juga mnyebut bahwa senjata dan perang hanya akan memundurkan peradaban.

"Mari majukan agama kita dengan akhlak, rahmat dan ilmu pengetahuan. Bukan dengan keahlian perang. Jadikan agama kita sebagai bejana untuk membangun rasa kemanusiaan dan menciptakan kedamaian," tandasnya.

Ponpes Buka Suara

Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Quran Al Zahra di Kelurahan Tawanganom, Kecamatan/Kabupaten Magetan buka suara terkait viralnya foto sejumlah santriwati menenteng senjata laras panjang dan mengenakan rompi anti peluru.

Ketua Harian Yayasan Ponpes Baitul Quran Al Zahra, Isgianto mengatakan, foto tersebut merupakan ekstrakurikuler dalam menyambut tahun ajaran baru 2023-2024.

"Al Zahra ingin mengadakan kegiatan dengan sifat sesuatu yang baru. Terkait foto yang beredar dan viral di media sosial, kami meminta maaf," ujar Isgiyanto, Senin (31/7/2023).

Ia menambahkan, dari hal yang dapat diakses anak-anak atau santri dan dimiliki pihak sekolah, adalah ekspedisi airsoft gun. Nantinya untuk acara olahraga.

"Kami ingin sebuah inovasi-inovasi dalam rangka mengembangkan proses pendidikan belajar mengajar anak-anak. Soal dinamika yang berkembang di masyarakat, saat ini akan dipertimbangkan," papar dia.

Menurut Isgiyanto, sebelumnya memang pihaknya menerima proposal lembaga resmi dari Sukoharjo untuk mengadakan kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

"Salah satunya menggandeng lembaga untuk kegiatan kegiatan yang sifatnya baru dan belum familiar di kalangan pelajar. Ponpes kemudian memilih airsoft gun, dinilai baik, karena dalam menentukan target membutuhkan konsentrasi dan dalam menghafal Al Quran perlu kecermatan," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait