Wakil Presiden RI Berharap Ada Kolaborasi Riset Universitas dengan Industri

© mili.id

Wapres RI KH Ma'ruf Amin hadir secara online membuka International Conference on Applied Science, Education and Technology (iConASET) kedua di Kampus Unusa (Foto: Unusa)

Surabaya - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin berharap ada kolaborasi riset dan pengembangan universitas dengan industri.

Untuk itu, wapres berharap Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) terus menjembatani para peneliti dan menjadi penggerak dalam memperluas kerja sama dan mengoptimalkan penelitian dengan bidang industri.

Hal itu diungkapkan wapres secara online saat membuka International Conference on Applied Science, Education and Technology (iConASET) kedua di Kampus Unusa, Selasa (1/8/2023).

iConASET Unusa hadir sebagai wadah untuk mendiskusikan inovasi terkini dalam dunia sains dan pendidikan di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetehuan dan teknologi saat ini. Kegiatan ini memberikan peluang pada peserta untuk berinteraksi dengan para ahli ternama dan memperluas jaringan profesional.

Wapres mengapresiasi Unusa yang telah menyelenggarakan konferensi internasional untuk mendukung publikasi hasil-hasil penelitian di Indonesia, sekaligus memberi peluang bagi riset berkelanjutan di tingkat global.

"Tantangan ke depan bagi Indonesia yakni bagaimana memastikan publikasi dan karya ilmiah dapat terhubung dan bermanfaat bagi dunia industri secara berkesinambungan. Adanya iConASET yang diselenggarakan Unusa ini diharapkan dapat menghadirkan masukan bagi dunia industri dan meningkatkan jumlah sitasi dan peringkat perguruan tinggi Indonesia," ujar Wapres Ma'ruf Amin.

Salah satu pemateri, Ronald A Lukens-Bull dari University of North Florida, AS menyampaikan bahwa perkembangan dunia sains dan teknologi saat ini tidak hanya membutuhkan ilmu pengetahuan yang paten, untuk bersaing di dunia industri, perlu sebuah pengolaborasian skill dengan kreativitas atau art.

Sementara Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie menyebut, iCon Aset ini menjadi acara yang ditunggu-tunggu para ilmuwan, pendidik, praktisi, dan pelaku industri dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan, ide dan penemuan terbaru yang dapat mengkolaborasikan hasil penelitian dengan dunia industri.

"Melalui acara ini, dapat menjadi forum yang ideal untuk bertukar pikiran dan pengalaman dengan para keynote speaker yang terkemuka dan nantinya memberi manfaat bagi para pserta dalam mendapatkan umpan balik berharga berupa pengetahuan baru," terang rektor.

Jazidie berharap, dengan rangkaian agenda dan kehadiran para ahli ternama, acara ini diharapkan memberikan sumbangsih besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ke depan, utamanya penerapan dengan dunia industri.

Hadir dalam pertemuan internasional itu beberapa guru besar dari perguruan tinggi luar negeri, yaitu Prof Ramaraj Boopathy dari Nicholls State University USA, Prof Baraka Manjale Nggusa dari University of Arusha Tanzania.

Dr Hadi Susanto dari Khalifa University Uni Amirate Arab, Ronald A Lukens-Bull dari University of North Florida USA, Prof Dr Muhammad Ameer Mehmood dari Government College University Faisalabad Pakistan, dan Prof Shane Alien Snyder dari Nanyang Technological University Singapore.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait