PT Smelting Smelter Tembaga yang Fokus Urus Komodo NTT

© mili.id

Pelepasan komodo ke alam liar.(foto:Abah for mili.id)

Bogor-Pemberangkatan 6 komodo ke habitat aslinya di Cagar Alam Wae Wull, Manggarai Barat, NTT menjadi bukti keberhasilan sinergi Lembaga Konservasi Taman Safari dan Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) dalam mengembangiakkan satwa liar dilindungi.

Proses pelepasan dilakukan hari Senin (14/8) di pelataran Rainforest Taman Safari Bogor oleh Sekertaris Direktur Jendral KSDAE.

Keberadaan PT Smelting (PTS) sebagai penyandang dana program konservasi ini, berkolaborasi dengan Taman Safari Indonesia (TSI) mendapat apresiasi dari KLHK.

Kepala Balai Besar KSDA NTT Arief Mahmud menilai upaya konservasi komodo dan habitatnya tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Juga dibutuhkan peran swasta seperti yang dilakukan PT Smelting dan TSI untuk menjaga kelestarian satwa kharismatik ini.

Langkah-langkah pelestarian komodo terus mengalami kemajuan. Diawali dengan semangat PT Smelting untuk membantu melestarikan satwa terancam punah sebagai bukti keseriusan dan kepedulian perusahaan untuk keanekaragaman hayati.

Sebelumnya PT Smelting juga berhasil mengembangbiakan dan melepasliarkan Elang Jawa ke alam.

Untuk kali kedua, PT Smelting melanjutkan kerjasama dengan menggandeng TSI untuk memulai program konservasi komodo yang diinisiasi sejak tahun 2022 lalu.

"Kerja sama ini telah berhasil mengembangbiakkan komodo di kandang pemeliharaan dan melepasliarkan 6 ekor komodo hasil pengembangbiakan inilah yang akan dilepasliarkan ke Cagar Alam Wae Wuul, Kab. Manggarai Barat. Kami berharap semua pihak mendukung upaya konservasi komodo melalui pelepasliaran nantinya. Kami juga mengharapkan peran masing-masing sesuai kapasitas dengan rasa kepedulian yang sama seperti yang dilakukan PT Smelting dan TSI agar komodo tetap lestari di NTT sebagai rumah satu satunya satwa endemik ini di dunia," pungkas Arief.

Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Smelting, Irjuniawan P Radjamin menilai sinergi perusahaannya dengan KLHK dan TSI ini didasari keinginan untuk bersama-sama ikut melestarikan satwa Komodo di Indonesia.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan hasil tambang, PT Smelting menyadari pelestarian di Indonesia memang membutuhkan perhatian khusus. Sebab, Komodo menjadi salah satu satwa kebanggaan Indonesia, selain elang jawa dan harimau Sumatera. Dalam 5 tahun kerjasama ini, banyak usaha konservasi yang disepakati.

“Komitmen konservasi kami sampaikan tiap tahunnya. Banyak hal yang kita lakukan bersama mulai dari habituasi pakan dan lingkungan komodo yang telah berjalan selama setahun lebih. Kami juga bangun kandang habituasi di CA Wae Wuul sebagai tempat habituasi sementara untuk satu bulan sebelum akhirnya dilepasliarkan ke alam. Kami juga siapkan GPS untuk mendeteksi home range dan habbit mereka untuk nantinya dijadikan bahan tulisan yang akan kita publikasikan kedepannya sebagai kontribusi untuk Ilmu terapan dalam bidang konservasi komodo,” jelas Saptohadi Prayetno, Sr. Section Manager of GA PT Smelting.

Sejalan dengan persiapan, TSI juga telah melaksanakan riset DNA dan sebaran populasi, monitoring habitat dan populasi. Hingga akhirnya dilakukan pemberangkatan 6 komodo dan dilanjut pelepasliaran pada September mendatang.

“Untuk itulah kenapa gerakan penyelamatan dan peelstarian satwa komodo ini jangan sampai berhenti pada program ini saja. Kita harus berlanjut sampai masyarakat Indonesia memahami bahwa komodo adalah kekayaan Indonesia yang harus dijaga terus-menerus,” ujarnya.

Dikatakan, komodo menjadi salah satu kekayaan intelektual kesatwaan Indonesia yang dilindungi oleh undang-undang. Pemerintah Indonesia, kata dia, memberi amanah dan kepercayaan kepada PT Smelting dan TSI untuk mengembangbiakkan satwa ini agar tetap lestari agar populasinya tetap terjaga.

Foto : Abah for mili.id

Editor : Aris S



Berita Terkait