Kasus Tewasnya Kuli Panggul Pasar UKA Surabaya, Polisi Belum Tetapkan tersangka

© mili.id

Lokasi pengeroyokan kuli panggul di pasar UKA, Surabaya (dok. Rama Indra/mili.id)

Surabaya – Tewasnya kuli panggul Pasar UKA, Surabaya, Arifin usai dikeroyok, Kamis (17/8) lalu, pihak kepolisian masih mendalami kasusnya.

Kapolsek Benowo Surabaya AKP Nurdiato Eko Wartono menyebut pihaknya masih mendalami penyebab pasti tewasnya korban.

"Masih dilakukan penyidikan penyebab korban meninggal. Korban ini meninggal secara tiba - tiba, pascakejadian pengeroyokan," jelas Nurdianto Eko dikonfirmasi Minggu (20/8/23).

Dari hasil penyelidikan diungkapan Nurdianto, ada dugaan tindak pidana penganiayaan di dalam kasus tersebut, hingga menyebabkan korban tewas.

"Kami sudah mengantongi 3 identitas terduga pengeroyok. Kami juga sudah periksa 3 - 4 orang saksi," jelasnya.

Belum kami tetapkan tersangka dan amankan, lanjut Nurdianto, mereka (terduga pengeroyok Arifin) berinisial MS, ID, dan MR.

"Kami masih melakukan pencarian, di- backup Jatanras Polrestabes Surabaya. Sembari kami mengumpulkan barang bukti," imbuh Nurdiato.

Sementara ditemui secara terpisah, Novi slaku keponakan korban mengatakan bahwa korban meninggal di rumah, ketika terseok-seok akibat luka pengeroyokan.

"Korban meninggal setelah pengeroyokan, dan ditemukan dalam kondisi terjatuh, saat berada di kamar mandi," terangnya.

Novi menambahkan, Arifin kondisinya normal, meskipun pernah dirawat di rumah Ssakit jiwa, namun Arifin sudah sehat.

"Korban ini pernah dirawat di rumah sakit jiwa. Namun demikian, pihak korban sudah normal," pungkasnya.

Untuk informasi, pengeroyokan terhadap Arifin (tukang kuli panggul) Pasar UKA Surabaya hingga menyebabkan tewas itu bermula ketika pihaknya dituduh dengan sengaja menyenggol area sensitif (payudara) pedagang kucur, pada Kamis (17/8/2023).

Editor : Aris S



Berita Terkait