Wujudkan Produk Lokal Go Internasional, Wakasal Resmikan Koperasi Kana

© mili.id

Wakasal Ahmadi Heri, didampingi Dewan Pengawas Koperasi Kana, Vendy Harlin Ismanto, didampingi CEO Koperasi Kana, Jhonatan Danang Wardhana, dan wakil pengurus koperasi, Sandhy Ilham Riastu.

Surabaya - Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Tni Ahmadi Heri Purwono membuka dan meresmikan kantor Koperasi Konsumen Kana milik PT Indo Gula Joyoboyo, di Jalan Mayjen Sungkono 154 HH, Surabaya, Sabtu (26/8/2023).

Dari pengamatan di lokasi peresmian tersebut dilakukan Wakasal Ahmadi Heri, didampingi Dewan Pengawas Koperasi Kana, Vendy Harlin Ismanto, didampingi CEO Koperasi Kana, Jhonatan Danang Wardhana, dan wakil pengurus koperasi, Sandhy Ilham Riastu.

Tujuan berdirinya koperasi tersebut juga bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan pembangunan ekonomi sosial dan mengekspor produk lokal ke mancanegara atau go Internasional.

“Koperasi baru ini mudah-mudahan mendapat respons baik dari masyarakat dan punya kesempatan bersinergi bisa mengekspor produk-produk UMKM ke luar negeri,” kata Laksamana Madya TNI Heri yang sekaligus sebagai Dewan Penasihat di Koperasi Konsumen Kana.

Menurutnya, selain harapan tersebut. Pendirian koperasi ini juga sesuai dengan program pemerintah, yakni mengurangi produk-produk impor dan membantu hasil produksi lokal untuk go Internasional.

“Brown sugar salah satunya, di Koperasi Kana sedang mengembangkan potensi itu. Masyarakat kecil atau UMKM kalau dibantu akan lebih meningkat lagi (ekonominya, red),” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Konsumen Kana Jonathan Danang Wardhana menjelaskan koperasinya tidak bersifat menaruh dan meminjamkan uang. Namun lebih bersifat atau bergerak di bidang ekspor, mengumpulkan produk yang dimiliki anggota untuk dipasarkan di luar negeri.

“Mungkin seperti sarang burung walet, ada pabrik gula di luar negeri yang permintaan gula merah tinggi. Itu yang kami eksporkan,” jelasnya.

Pihaknya berharap pascapandemi dan melalui koperasi yang dikelolanya itu dapat membantu peningkatan perekonomian masyarakat dan mampu meberikan pelatihan peningkatan hasil produksi dari para anggota koperasi untuk bersaing di luar negeri.

“Prinsip dasar koperasi saling gotong-royong. Yang paling berat menjaga konsistensi barang, kualitasnya terutama, tetapi sejauh ini masih bisa mengantisipasi,” bebernya.

Dalam peluang ekspor yang ada, diantaranya tingginya permintaan produk lokal dari beberapa negara seperti Hongkong, Filipina dan Malaysia. Menurutnya, hal itu menjadi peluang sehingga dapat dimanfaatkan oleh para anggota koperasi untuk mengekspor produknya.

“Kami punya channel ekspor kuat di kedutaan luar negeri. Dan saat ini ada Tiga negara itu yang kami fokuskan. Permintaan saat ini yang jelas sarang walet di Cina, kemudian gula di Filipina dan Malaysia yang tinggi minuman Royal Brewhouse produk asli Indonesia,” imbuh dia.

Editor : Aris S



Berita Terkait