PKKMB Untag Surabaya: 3174 Maba Hitung Jejak Karbon, Tanda Tangani Pakta Integritas

© mili.id

PKKMB Tahun Akademik 2023/2024 Untag Surabaya (Foto: Humas Untag Surabaya for mili.id)

Surabaya - Sebanyak 3.174 mahasiswa baru (maba) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya diajak menghitung jejak karbon dan memilah sampah saat Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa (PKKMB) Tahun Akademik 2023/2024.

Jejak karbon adalah jumlah karbon yang dihasilkan per individu dari berbagai kegiatan manusia. Contoh dari aktivitas manusia yang menimbulkan jejak karbon adalah produksi jenis sampah plastik, sampah makanan hingga penggunaan listrik secara berlebihan. Pemilahan itu dilakukan selama lima hari, yakni 26-30 Agustus 2023.

Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, tema PKKMB tahun ini adalah Untag Gemilang dan Progresif yang merupakan singkatan dari Generasi Berintegritas untuk Lingkungan yang Berkelanjutan dan Progresif.

“Tema ini kami pilih untuk mengajak calon mahasiswa baru mulai memahami pola hidup berkelanjutan dalam berbagai lini, salah satunya adalah dalam sektor lingkungan, sehingga kami mengajak ribuan mahasiswa baru untuk menghitung jejak karbon dan memilah sampah,” jelas Prof. Nugroho, Sabtu (26/8/2023).

Prof. Nugroho mengatakan bahwa Untag Surabaya mempunyai tugas melahirkan mahasiswa yang menciptakan lingkungan yang asri dan layak huni untuk ditinggali pada Tahun 2045 hingga tahun berikutnya.

”Karena pada 2045 mendatang, Indonesia akan memasuki usia 1 abad, yang kita harapkan akan melahirkan generasi emas. Artinya, saya dan teman-teman calon mahasiswa baru mempunyai tugas yang sama menjelang 2045, yaitu menciptakan lingkungan yang layak untuk generasi mendatang, itu adalah tanggung jawab moril sebagai manusia,” harapnya.

Prof. Nugroho menegaskan bahwa kegiatan PKKMB ini mempunyai tujuan membimbing calon mahasiswa untuk lebih sadar memperlakukan dan menjaga lingkungan sekitar untuk kehidupan selanjutnya.

”Dalam kegiatan PKKMB yang berlangsung selama lima hari ke depan ini, kami akan membimbing calon mahasiswa baru untuk lebih ’sadar’ memperlakukan lingkungan, dengan cara paling sederhana seperti melakukan pemilahan sampah, menghitung jejak karbon, dan melakukan kampanye melalui pembuatan konten video tentang menjaga lingkungan dengan gaya hidup berkelanjutan,” paparnya.

Mereka juga diajak untuk penandatanganan empat pakta integritas, papan anti kekerasan seksual, anti radikal, anti plagiarisme, anti perundungan yang ditandatangani tujuh perwakilan mahasiswa baru yang mengenakan pakaian adat daerah.

Prof. Nugroho mengatakan, kegiatan penandatanganan pakta integritas ini sangat dibutuhkan guna menumbuhkan jiwa patriot mahasiswa.

" Untag Surabaya adalah Kampus Nasionalis, Kampus Merah Putih. Kampus miniaturnya Indonesia, tentu saja bahwa kaitannya dengan baju adat pada mahasiswa baru, mahasiswa kita adalah dari seluruh suku bangsa,” pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait