Alat Pendeteksi Banjir Ciptaan Mahasiswa UM Surabaya untuk Warga Desa Tuban

© mili.id

Surabaya - Mahasiswa kelompok 18 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) menciptakan alat pendeteksi banjir berbasis sensor atau flood detector. Cara kerjanya

Alat yang memiliki cara kerja mengukur debit air yang telah mencapai batas ketinggian wajar itu, telah diterapkan di desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.

Penggagas inovasi flood detector, Muhammad Pramudia Galih Pratama mengaku dirinya bersam timnya berharap inovasi yang dibuatnya dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Desa setempat sebagai sarana kesigapan ketika menghadapi banjir.

“Dengan alat ini dapat mempermudah dalam meninjau permasalahan di lapangan yang rentan terhadap banjir, maka alat ini akan bermanfaat sebagai pemberitahuan ketika volume debit air Sungai Bengawan Solo di Desa Kebomlati Kecamatan Plumpang Tuban yang telah mencapai batas ketinggian,” ujar Muhammad, Jumat (1/9/2023).

Cara kerja alat ini cukup mudah yakni hanya instalasi pada bibir sungai bengawan solo, kemudian pada saat debit air sudah mencapai ketinggian yang ditentukan makan sensor bandul akan mengirimkan sinyal ke switch sensor, kemudian akan dikirimkan ke motor sirine sebagai informasi kepada masyarakat.

Untuk membikin alat ini hanya dengan biaya sekitar Rp 1,9 juta, kemudian Muhammad beserta timnya  juga mesosialisasikan cara pembuatannya kepada warga.

“Tentu ini akan sangat memudahkan, jika warga bisa membuatnya. Dengan demikian masyarakat sesegera mungkin bisa waspada,” pungkasnya.

Editor : Redaksi



Berita Terkait