Khofifah Sebut Pasokan Beras di Jatim Aman

© mili.id

Mojokerto - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan stok beras di Kabupaten Mojokerto bahkan provinsi aman meski harganya saat ini naik.

Hal ini disampaikan oleh Khofifah saat berkunjung dan melakukan panen padi di acara temu lapang manajemen tanaman sehat (MTS) Desa Ngarjo, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

"Stok beras kita sangat aman, per September ini dibanding tahun lalu ada surplus hampir 10 persen, sembilan koma sekian persen. Jadi lebih banyak produksi kita tahun ini dibandingkan tahun lalu," kata Khofifah, Kamis (7/9/2023).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Dydik Rudi Prasetya, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.

Khofifah menambahkan, kenaikan harga beras diatas HET dipicu harga gabah kering panen (GKP) dan gabah kering giling (GKG) karena mengalami kenaikan dan masuk penggilingan.

"Kalau mereka mendapatkan GKP dan GKG diatas HET, maka pasti pasca produksi berarti berasnya juga diatas HET. Kita berharap bahwa ini bisa berdampak positif bagi kesejahteraan petani karena GKG dan GKP itu sampai penggilingan diatas HET," terangnya.

Menurut Khofifah, sebanyak 3,4 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jawa Timur akan menerima 10 kilogram beras tiap keluarga sejak September sampai November mendatang.

"Minggu ini sudah mulai turun 3,4 juta KPM akan menerima 10 kilogram beras per KPM. September, Oktober, November. Mudah-mudahan ini juga bisa mengurangi beban masyarakat," jelas Khofifah.

"Kita tetap mengirim ke Indonesia bagian timur, dulu diluar Sulawesi Selatan, tapi untuk saat ini kita juga termasuk mengirim ke Sulsel. Jadi doa kita mudah-mudahan Allah SWT mencukupkan untuk semuanya bukan hanya untuk Jawa Timur tapi untuk saudara kita di provinsi lain," pungkasnya.

Editor : Redaksi



Berita Terkait