Wajah Ganjar Pranowo pada Siaran Video Adzan, Ini Kata Asosiasi Komunikolog Indonesia

© mili.id

Poster Anggo Asosiasi komunikolog Indonesia

Surabaya - Asosiasi Komunikolog Indonesia buka suara terhadap isu tampilnya wajah Ganjar Pranowo di salah satu siaran adzan stasiun televisi.

Menurut pakar komunikasi Universitas Airlangga yang sekaligus Ketua Asosiasi Komunikolog, Suko Widodo merasa tak ada masalah apapun dengan kreativitas seperti itu.

"Dari sisi peraturan-perundangan tak ada yang dilanggar. Ini kan bukan masa kampanye. Terdaftar di KPU sebagai capres juga belum. Di dalamnya pun tak ada bahan kampanye apapun. Saya bingung dimana letak kontroversinya," tutur Suko Widodo, Selasa (12/9/2023).

Pakar komunikasi Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menambahkan sebelum ada wajah Ganjar, kan banyak juga wajah-wajah orang lain dalam siaran tersebut. Dalam konteks tersebut, Ganjar kan orang biasa, tidak ada bedanya dengan wajah-wajah umat lainnya.

"Artinya banyak wajah yang tampil pada video adzan tersebut. Menurut saya ajakan Ganjar maupun semua yang pernah tampil di adzan itu adalah sesuatu yang baik," bebernya.

Senada dengan itu, peneliti dan pengajar komunikasi pada London School of Public Relations, Iwel Sastra, menyatakan bahwa rada susah mencari-cari alasan meributkan siaran adzan tersebut.

"Pasal mana ya pada Undang-Undang Penyiaran yang dilanggar," imbuhnya.

Peneliti komunikasi politik, pada Institut Salemba School, Effendi Gazali menyampaikan pandangannya bahwa isu tersebut boleh saja menggelinding jadi diskusi publik.

"Apalagi jika ditiru, kesannya jadi tidak kreatif. Di sisi peraturan, pasti tak ada aspek apapun yang dilanggar. Ajakannya juga ke arah yang positif," bebernya.

Effendi tak ketinggalan menambahkan tips: "Kalau kemudian mau lebih mengayomi, bisa juga dibuat variasi adzan dengan beberapa wajah tokoh nasional kita. Jadi terkesan tidak hanya satu figur," imbuhnya.

Sementara itu ahli komunikasi Universitas Hasanuddin, Hasrullah turut memperkuat usul Effendi. Dia juga menyarankan bisa saja segera ditambahkan wajah para ulama lain. Misal wajah Tuan Guru Bajang, atau beberapa wajah lain dari Kawasan Timur Indonesia.

"Sehingga lanskapnya lengkap dari seluruh Indonesia, bisa juga mengusulkan semua tokoh nasional membuat cara-cara komunikasi yang tak kalah kreatif, ketimbang meributkan sesuatu yang ajakannya positif," tambah Hasrullah.

Editor : Aris S



Berita Terkait