Kiai Hamid Probolinggo Tegaskan Santri Wajib Mengikuti Pemilihan Umum: Penting!

© mili.id

Surabaya - Tahun politik kini tengah berlangsung. Apakah para santri wajib mengikuti pemilihan?

Menurut Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo, KH Abdul Hamid Wahid bahwa para santri hukumnya Fardu Kifayah atau wajib untuk mengikuti pemilihan umum, baik memilih atau mendukung calon yang baik.

"Menurut saya santri ikut dalam politik itu penting karena memang perlu menyampaikan aspirasi politiknya bagi yang sudah berhak, baik dia memilih ataupun dipilih," ungkapnya di sela-sela acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Seminar Peran Santri yang digelar Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo beserta para alumni santri yang tergabung dalam Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4NJ) di Balai Prajurit, Komplek Makodam V Brawijaya, Surabaya, Kamis (28/9/2023).

Kiai Hamid, sapaan akrabnya mempersilahkan untuk para santri-santri Nurul Jadid mengikuti pemilihan ataupun kontestasi pemilu, namun dalam keikutsertaannya harus dengan cara yang baik.

"Sayyidina Ali juga pernah bilang. Rusaknya negara itu bukan karena apa-apa, tapi kadang karena orang baik," jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya mendorong agar para santri yang ingin memilih ataupun dipilih dalam dunia politik membawa nilai moral yang baik dan tentu dengan azas pragmatisnya juga.

"Tapi bagaimana pragmatis itu tetap di bawah idealisme dan kepentingan besar bagi Bangsa, Negara, masyarakat dan umat," ujarnya.

Selain itu, di Ponpes Nurul Jadid juga telah disediakan tempat pemilihan umum (TPU) bagi santri-santri yang tidak bisa memilih di tempat asalnya.

"Kami sediakan di sana, kami dapat jatah 2000 pemilih dari total 8000 santri," tandas Kiai Hamid.

Selama pelaksanaan pemilu di PP Nurul Jadid, selama ini sudah berjalan baik dan belum terjadi masalah yang berarti.

"Alhamdulillah tidak ada masalah yang terjadi selama penyelenggaraan pemilu di Nurul Jadid," pungkasnya.

Editor : Redaksi



Berita Terkait