Bermodal Daun Jati, Warga di Probolinggo Raup Jutaan Rupiah

© mili.id

M. Rijalullah menunjukkan hasil karyanya.(foto: M Ahsan/mili.id)

Probolinggo-Apa yang dilakukan M. Rijalullah (31), warga Dusun Pekalongan, Desa Wringin Anom, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo patut diacungi jempol. Sebab hanya dengan modal daun jati, dia mampu meraup keuntungan besar hingga jutaan rupiah.

Bapak dua anak ini mampu meraup keuntungan besar sejak tahun 2022 lalu dengan menjalani bisnis uniknya berupa karya lukisan wajah dari daun jati. Tidak hanya wajah tokoh-tokoh yang dibuatnya, tapi juga karya kaligrafi, ia hanya menyesuaikan dengan pesanan.

Meski masih baru menggeluti karyanya tersebut, namun karya Rijal sekarang tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, melainkan sudah sering menerima serta mengirim pesanan hingga ke provinsi di Indonesia dan bahkan juga ke luar negeri seperti Singapura dan juga Hongkong.

Sedangkan untuk harga yang dipatok bervariasi, tergantung ukuran pesanan. Untuk ukuran mini dipatok dengan harga Rp 130 ribu, dan ukuran besar dipatok dengan harga Rp 800 ribu. Setiap harinya, Rijal mampu membuat lukisan dari 10 hingga 20 lukisan.

"Awalnya coba-coba sekitar 1,5 tahun lalu, kemudian saya posting di Tiktok dan langsung viral. Sudah banjir pemesanan, mulai dari luar provinsi seperti Kalimantan, Sulawesi hingga ke luar negeri Singapura dan Hongkong," kata Rijal saat ditemui di rumahnya, Jumat (20/10/2023).

Dari karya tersebut, lanjut Rijal, tiap bulannya dia mampu mendapatkan omzet penjualan hingga Rp 5 sampai 10 juta rupiah. Bahkan, selama menggeluti karyanya itu, paling banyak pesanan datang dari Kalimantan yang memesan karya uniknya hingga 20 pcs.

"Alat yang digunakan juga mudah, hanya modal cutter dan pena, sedangkan untuk daun jatinya didiamkan dulu selama 3 hari dan jangan sampai terkena terik matahari agar tidak mudah rapuh. Sampai akhirnya setelah banyak pesanan datang baru karya ini saya kasih nama 'Oejoengpensil'," ungka Rijal.

Bakat ini, menurut Rijal, sudah muncul sedari kecil dan diasah lagi saat dirinya menimba ilmu di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ulum wal Altof Desa Rapadaya, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang kurang lebih selama 12 tahun.

"Melukis kaligrafi sudah senang sejak kecil, lalu di pondok makin menekuni. Jadi saat pembuatan, saya semua, keluarga hanya membantu mengelem kalau sudah jadi dan dipasangkan ke bingkai foto dan seperti ini hasil akhirnya dan sudah bisa dikirim ke pemesanan," pungkas Rijal menunjuk hasil karyanya.

Editor : Aris S



Berita Terkait