Literasi Digital Harus Jadi Kurikulum Nasional

© mili.id

Seminar Internasional dengan tema 'Keberlanjutan Ekosistem Digital' yang digelar UPN Veteran. (UPN Veteran for mili.id).

Surabaya - Kemajuan internet yang pesat dalam beberapa tahun terakhir mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi tersebut dalam bidang ekonomi. Munculnya berbagai macam Ecommerce yang awalnya di mulai dari pasar di media sosial berakibat pada perubahan perilaku masyarakat.

Pandemi covid-19 mempercepat perubahan masyarakat tersebut dengan adanya larangan interaksi sosial langsung untuk mencegah penularan virus. Kebijakan ini memaksa masyarakat untuk berinteraksi melalui media internet.

Selain mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui internet, ternyata masih ada kesenjangan di antara masyarakat, terutama tentang bagaimana menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Berlatar belakang dari hal tersebut sekaligus dalam rangka pembukaan Program Studi Magister Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jatim, menggelar seminar internasional bertema 'Keberlanjutan Ekosistem Digital' di kampus setempat, Rabu (25/10/2023).

Guru Besar Studi Media asal Universitas Airlangga (Unair), Prof Dra Rachmah Ida mengungkapkan, pentingnya literasi digital untuk dimasukkan dalam kurikulum pendidikan Nasional.

Menurut profesor pertama di Indonesia dalam kajian media tersebut, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang terjadi di Indonesia harus dibarengi dengan literasi digital, agar anak muda Indonesia melek teknologi dan mampu memanfaatkannya secara bijak dan positif.

"Kami akan mengusulkan literasi digital dan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab untuk masuk dalam kurikulum nasional, " ujarnya.

Seminar tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dan peserta dari beberapa kampus di luar negeri. Diantaranya, Samantha Kies-Ryan, Direktur Earth Water People (organisasi lingkungan yang berada di Kepulangan Marshall).

Kemudian, Jati Savitri Sekargati, kandidat doktor di Universitas Glasgow Caledonian, Skotlandia.

Sesuai dengan keilmuan yang diajarkan pada program studi Magister ilmu Komunikasi UPN Veteran Jatim, kedua narasumber memaparkan pentingnya pendekatan lain dalam komunikasi dan media massa untuk pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan seni untuk ketahanan dan adaptasi perubahan iklim, serta praktik media untuk menghalau disinformasi dan ujaran kebencian di media digital.

Reporter : Shella Shofiyannajah

Editor : Achmad S



Berita Terkait