Lereng Penanggungan Padam, Api Merambat ke Dua Anak Gunung di Mojokerto

© mili.id

Kondisi kobaran api saat dilakukan pemadaman manual melalui jalur darat, Kamis (2/1/2023) malam. Foto (BPBD Kabupaten Mojokerto)

Mojokerto - Savana di lereng Penanggungan wilayah Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto hangus terbakar. Api merambat hingga Gunung Sarang Kelapa dan Puncak Bayangan di Desa Kedungudi, Jumat (3/11/2023) dini hari.

"Saat ini Gunung Penanggungan sudah padam dan api menjalar ke Gunung Sarang Kelapa dan Puncak Bayangan (anak gunung penanggungan) yang saat ini masih proses pemadaman," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim.

Api yang belum diketahui pasti penyebab munculnya ini menghanguskan sabana yang terdiri dari ilalang dan semak belukar kering. Luasan lahan yang terbakar pun hingga kini belum diketahui luasnya.

"Dampak kerugian saat ini ilalang dan semak belukar. Sementara luas area yang terdampak belum diketahui," ujarnya.

Untuk memadamkan api yang membakar sabana di Puncak Bayangan dengan ketinggian sekitar 1.200 Mdpl tersebut, ada 131 personel yang terlibat dan masuk dari tiga titik jalur. Yakni, jalur Tamiajeng, jalur Kunjorowesi, dan jalur Kedungudi.

Hingga kini pihaknya terus mengirimkan logistik untuk para personel yang masih berjibaku memadamkan kobaran api yang melalar ke bawah menggunakan ranting-ranting seadanya.

"Tim Gabungan sendiri terdiri dari Perhutani, SAR Penanggungan, LBPI-NU, LMDH Seloliman, TNI, POLRI, dan Relawan Peduli Api Warga Masyarakat Desa Seloliman maupun Desa Kedungudi," ucapnya.

Akibat kebakaran di area Gunung Penanggungan yang memiliki ketinggian 1.653 Mdpl itu, seluruh akses masuk jalur pendakian ditutup total sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Iya jalur pendakian sementara ditutup. Mulai Tamiajeng dan Kedungudi di Trawas, sampai jalur Kunjorowesi di Ngoro," pungkasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait