Hujan Lebat, Atap Rumah Nenek di Banyuwangi Ambrol

© mili.id

Kondisi atap rumah Maimunah (70), warga Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi yang roboh usai diguyur hujan semalam.(Foto: Eko Purwanto/mili.id)

Banyuwangi- Sebuah rumah milik warga di Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, ambrol akibat diguyur hujan deras, Jumat (03/11) pagi. Atap bangunan diduga tak kuat menahan beban air hujan yang mengguyur wilayah Kalibaru dalam rentang semalam.

Adapun rumah tersebut ditinggal Maimunah (70), dan cucunya yang bernama Diki Fernanda (11). Peristiwa robohnya atap rumah Maimunah berlokasi di lereng Gunung Gumitir berlangsung sekitar 08.30 WIB.

Menurut Maimunah, saat kejadian berlangsung, dirinya bersama sang cucu sedang berada di rumah saudaranya. Letaknya berhimpitan dengan rumah korban.

"Sudah dengar suara retakan dari atas. Perasaan sudah gak enak jadi langsung ke rumah sebelah," ujarnya kepada mili.id.

Maimunah menyebut, suara retakan dari atap itu sudah ia dengar sekitar pukul 06.00 WIB. Takut terjadi sesuatu, dirinya pun mengajak sang cucu mengungsi ke saudara sepupu, Jumali (60).

Benar saja, atap dari kayu yang sudah lapuk langsung ambruk sekitar 2,5 jam berselang. Diduga konstruksi atap yang berusia 10 tahun lebih tersebut tak kuat menahan beban air hujan.

"Sudah lama gak dibenahi. Kira-kira usianya ada 15 tahun. Mau dibenahi gak ada biaya," ungkap Maimunah.

Pihak Pemerintah Desa Kalibarumanis bersama dengan BPBD Banyuwangi langsung melakukan inventarisir terkait kerusakan bangunan. Diperoleh data kerusakan dengan perkiraan kerugian mencapai Rp5 juta.

"Sudah kita inventarisir. Kami sudah menggandeng pihak BPBD Banyuwangi akan memberikan bantuan berupa material untuk merekonstruksi kembali atap bangunan," kata Kepala Desa Kalibarumanis, Andrian Bayu Donata.

Bayu menyatakan, pemerintah desa bersama warga akan melakukan kerja bakti membersihkan material atap yang berceceran. Termasuk, patahan kayu berupa usuk dan reng.

Ditargetkan, proses pembersihan akan selesai dalam waktu sehari. Dan pada esok harinya, akan dilakukan kerja bakti pembenahan atap rumah korban.

Dirinci olehnya, dibutuhkan bahan material berupa kayu dan asbes pengganti genting.

"Yang dibutuhkan berupa asbes 35 lembar, kayu usuk 20 lonjor, kayu reng 2 bendel. Semua kebutuhan sudah diajukan ke pihak BPBD Banyuwangi. Nanti kekurangan lainnya akan dibantu dari pemerintah desa," bebernya.

Bayu mengimbau kepada warga untuk selalu waspada memasuki musim penghujan saat ini. Mengingat wilayah Kalibarumanis masuk dalam wilayah rawan bencana di Kecamatan Kalibaru.

"Kita imbau kepada warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan saluran drainase serta tidak membuang sampah di sembarang tempat. Antisipasi agar tidak terjadi banjir dan tanah longsor," tandasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait