Parade Juang 2023, Wali Kota Eri: Semangat Arek-Arek Suroboyo Tak Pernah Padam

© mili.id

Suasana teatrikal pertempuran 10 November, arek-arek Suroboyo melawan tentara Inggris di Tugu Pahlawan, Minggu (05/10). (Foto: Shella/mili.id)

Surabaya - Parade Juang 2023 merupakan agenda tahunan yang selalu dinantikan oleh masyarakat khususnya Surabaya.

Dipimpin oleh Wali Kota Eri dan dibuka dengan teatrikal pertempuran 10 November di Surabaya, sebagai pengingat agar semangat arek-arek Suroboyo selalu berkobar, di Tugu Pahlawan, Minggu (5/10) sore.

Wali Kota Eri Cahyadi membacakan pidato Ir. Soekarno saat pembukaan Parade Juang di Tugu Pahlawan, Minggu (05/10).(Foto: Shella/mili.id)Wali Kota Eri Cahyadi membacakan pidato Ir. Soekarno saat pembukaan Parade Juang di Tugu Pahlawan, Minggu (05/10).(Foto: Shella/mili.id)

Dalam pantauan Mili.id, suara ledakan dan tembakan menggema di seluruh Tugu Pahlawan. Membakar rasa semangat arek-arek Suroboyo untuk menyambut Hari Pahlawan 10 November.

Bunda Paud Surabaya, Rini Indriani turut andil dalam teatrikal, dengan membacakan puisi di tengah-tengah penampilan pertempuran berlangsung yang digelar di Tugu Pahlawan, Surabaya, Minggu (05/10) sore.

Kemudian, setelah penyerahan bendera oleh Wali Kota Eri kepada tim Paskibraka, rombongan berangkat menuju ke balai kota.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan konsep Parade Juang 2023 sedikit berbeda. Tujuannya agar semangat arek-arek Suroboyo tidak pernah padam dan terus berjuang.

"Jadi, kita ini setiap tahun merubah apa yang kita lakukan di parade juang. Sehingga semangat itu tidak pernah pudar. Jadi kita mengingat masa lalu, mengingat perubahan-perubahan lah. Jadi saya berharap, adanya parade juang ini meningkatkan persatuan, untuk terus berjuang," ungkap Wali Kota Eri Cahyadi.

Keseruan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama Ibu Wali Kota, Rini Indriani sebagai rombongan parade juang, di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (05/10). (Foto: Shella/mili.id)Keseruan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama Ibu Wali Kota, Rini Indriani sebagai rombongan parade juang, di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (05/10). (Foto: Shella/mili.id)

Mengutip dari pidato Ir. Soekarno kala itu, Eri mengingatkan bahwa perjuangan masa kini adalah melawan bangsa sendiri. Melawan berbagai masalah yang terjadi di masyarakat saat ini, baik merdeka dari kebodohan hingga stunting.

"Kita harus inget pesan Bung Karno. Bahwa perjuangan saya lebih mudah. Karena melawan penjajah, perjuangan kalian akan lebih sulit, karena melawan bangsa sendiri. Pesan itu yang harus kita pegang. Karena itu saya mohon, kepada masyarakat Surabaya, kita tetap berjuang bersama, memegang satu tali silaturahmi, persatuan bangsa dan negara," terang Eri.

"Karena kita harus bisa merdeka dari kemiskinan. Merdeka dari kebodohan. Merdeka dari stunting maka kalimat Bung karno tadi yang harus kita camkan dan masukkan ke dalam hati kita. Jangan bertempur, jangan berperang dan jangan bermusuhan dengan bangsa kita sendiri," tambahnya.

Acara yang digelar sekitar pukul 15.00 ini, dimeriahkan oleh berbagai komunitas, elemen masyarakat dan mahasiswa di Surabaya.

Teatrikal perobekan bendera Belanda menjadi bendera Indonesia juga dilakukan di beberapa titik, seperti Jalan Tunjungan, Gedung Negara Grahadi dan berakhir di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya.

Tak hanya itu, ia sudah mendaftarkan parade juang sebagai wisata agenda Nasional Kota Surabaya.

"Karena parade juang ini sudah kita daftarkan ke pariwisata, seperti rujak uleg. Jadi insyaallah salah satunya adalah parade juang dan parade bunga. Jadi moga tahun depan bisa masuk ke dalam wisata agenda nasional kita," pungkasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait