Ini Isi Surat Wasiat yang Ditinggalkan Mahasiswi FKH Unair

© mili.id

Mahasiswi FKH Unair sebelum di evakuasi. (Ist for mili.id)

Sidoarjo - Mahasiswi FKH Unair yang tewas dalam mobil dengan kepala terbungkus plastik di halaman apartemen Jalan Anwar Hamzah Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo meninggalkan dua surat wasiat.

Kanit Reskrim Polsek Waru, AKP Ahmad Yani mengatakan, barang bukti yang diamankan ada dua pucuk surat wasiat yang ditujukan kepada keluarga korban.

"Ada surat wasiat yang ditujukan kepada keluarga. Tidak ada barang yang hilang, hp tas utuh tidak ada yang rusak di tkp," kata Yani, Minggu (5/11/2023).

Dua surat wasiat itu ditulis dengan menggunakan bahasa inggris. Berikut surat wasiat yang ditujukan kepada keluarga korban. Surat ini telah kami artikan ke bahasa Indonesia.

*Surat pertama*

Dear Mama

Terima kasih selama ini telah melindungiku. Tetapi sekarang perlindunganmu terasa sia-sia. Aku tak pernah membuat keputusanku sendiri dalam hidup ini. Sekarang inilah bagaimana aku menunjukkan kebebasanku.

Aku memilih apa yang aku pilih dalam hidup ini. Aku tak melihat masa depan untukku. Aku tahu bagaimana kau mencintaiku. Ini bukan salahmu. Aku tidak menyalahkanmu. Maaf aku tak bisa mencintaimu kembali. Maaf aku tak dapat melindungimu.

Dear saudara laki-laki dan perempuanku

Aku berharap kalian tak berakhir seperti aku. Kalian mungkin melihat aku sebagai anak yang cerdas. Aku nggak secerdas itu. Aku adalah seorang yang bodoh yang tak pernah melihat dunia sebenarnya.

Aku telah buta selama ini dan telah memberi kalian semua harapan palsu. Dunia ini kejam. Ingat itu. Aku mencintai kalian. Tapi aku tak bisa melakukannya lagi sejak aku berhenti berharap. Sudah terlambat sekarang.

Jika seluruh dunia mempertanyakan, aku tak melihat ada harapan. Aku ingin bertahan di sana


*Surat kedua*

Dear paman

Terima kasih telah membukakan mataku untuk melihat dunia yang kejam ini. Tetapi bocah bodoh dan rapuh yang kamu cintai ini tak bisa berkawan dengan kenyataan. Aku memilih kabur. Maaf aku pengecut. Aku tak cerdas aku tak bijaksana. Kamu melihatku salah. Aku melihat tak ada masa depan dan juga kesuksesan.

Dear sahabat

Kalian begitu kuat dan berani. Aku berharap bisa seperti kalian. Tapi kalian tahu, aku lemah. Tak punya motivasi. Aku berharap kalian bahagia selamanya. Aku tahu kalian bisa. Maafkan aku. Aku sayang kalian.

Bila setiap orang pernah menjumpaiku. Bila aku salah, bunuh saja aku. Untuk dunia. ya, kamu telah menumbuhkan kegagalan, generasi lemah.

Hidup segan mati tak mau? Aku memilih untuk mati.

Editor : Achmad S



Berita Terkait