Pria Pencuri Uang di Probolinggo Keok Dilawan Emak-emak, Begini Nasibnya

© mili.id

Pria pencuri uang dijebloskan ke sel tahanan Polsek Pajarakan (Foto: Fades/mili.id)

Probolinggo - Pria pencuri uang di Probolinggo dihajar warga setelah keok dilawan emak-emak pemilik toko, tempatnya mencuri.

Peristiwa menegangkan itu terjadi di Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (6/11/2023).

Sedangkan pencuri yang sempat dihajar warga bernama Jamaluddin (43), pria asal Dusun Krajan, Desa Kalikajar Wetan, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Pencurian itu terjadi ketika pelaku datang ke toko pakan burung milik Aminah (43), dan berpura-pura hendak membeli. Dengan cepat, pelaku mengambil uang Rp500 ribu di dalam tas korban.

"Posisi saya saat itu sedang di dalam rumah. Tapi saat ke toko, tiba-tiba pelaku terburu-buru keluar. Jadi saya curiga, pas saya tanya dia ngaku melihat-lihat burung. Setelah saya cek, uang di tas saya sudah tidak ada," ungkap Aminah di Mapolsek Pajarakan.

Menyadari uangnya raib, Aminah berlari ke arah pelaku yang hendak kabur dengan motornya. Aminah berhasil memegang tangan pelaku, hingga pelaku terjatuh dari motornya.

"Saya paksa minta uang saya, sampai akhirnya banyak warga datang dan memukuli pelaku. Uang saya kemudian dikeluarkan dari jaketnya," jelas Aminah.

Sementara Kepala Desa Karanggeger, Bawon Santoso mengatakan, saat kejadian dirinya hanya menyangka kalau terjadi kecelakaan. Namun setelah didekati, ternyata ada pencuri yang diamankan warga.

"Pas saya datang warga makin ngamuk memukul pelaku. Karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pelaku akhirnya saya bawa ke kantor desa. Kemudian saya menelepon anggota Polsek Pajarakan," jelas Bawon.

Kanitreskrim Polsek Pajarakan, Aipda Andik mengatakan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung mendatangi lokasi dan membawa pelaku ke mapolsek.

"Dari hasil pemeriksaan sementara pelaku memang spesialis. Alasannya mencuri, pelaku mengaku bingung cari uang. Saat ini pemeriksaan masih kami lakukan untuk mengetahui di mana saja pelaku beraksi, karena ini tidak satu kali," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait