Cara Keren Universitas Ciputra Surabaya Ajak Gen Z Lestarikan Budaya

© mili.id

Salah satu cara Universitas Ciputra Surabaya dalam melestarikan budaya (Foto-foto: UC Surabaya for mili.id)

Surabaya - Cara keren dilakukan Universitas Ciputra (UC) Surabaya untuk mengajak Gen Z melestarikan budaya, di Hari Pahlawan Tahun 2023 ini.

Kepala Program Studi Visual Communication Design UC Surabaya, Christian Anggrianto mengatakan bahwa banyak cara dalam meneladani dan menghargai jasa pahlawan.

"Untuk penjadi pahlawan di era sekarang tidak perlu dengan angkat senjata. Kita bisa menjadi pahlawan dengan mengisi kemerdekaan dengan hal positif, salah satunya adalah dengan mengambil peran dalam pelestarian budaya bangsa," jelas Christian tertulis, Minggu (12/11/2023).

Kali ini, UC Surabaya mengajak mahasiswa VCD dan anak-anak SMA untuk ikut serta dalam upaya pelestarian salah satu budaya, yaitu Srimulat.

"Ini tantangan kita untuk menemukan format yang pas untuk menarik Gen Z yang tentunya asing dengan budaya Srimulat. Kami mengadakan Lomba Strategi Marketing untuk Srimulat dan pagelaran Srimulat dengan menggandeng Museum Gubug Wayang sebagai pemegang lisensi Srimulat serta Monster Group untuk pembuatan tokoh Srimulat dalam bentuk AR," papar Christian.

Sementara perwakilan panitia, Pramesti Saniscara menjelaskan bahwa peserta lomba dibebaskan untuk melakukan eksplorasi tentang Srimulat, mulai dari pemilihan media, hingga cara penyampaian materi.

"Peserta kita tantang untuk membuat strategi marketing untuk budaya Srimulat. Hal itu tentu membawa peserta melakukan eksplorasi terhadap apa itu Srimulat, sehingga bisa membuat kampanye marketing dengan narasi sesuai jaman sekarang," terang Pramesti.

"Kami bebaskan mereka dalam memberikan interpretasi terhadap setiap karakter juga model humor khas Srimulat. Untuk media promosinya kami bebaskan, sehingga peserta bisa leluasa berkreasi. Ada yang membuat poster, ada yang melalui media TikTok, Instagram, film pendek dll," tambahnya.

Lomba yang sudah dibuka sejak awal Oktober lalu itu mengundang peserta mulai dari siswa-siswi SMA hingga mahasiswa. Penjurian akan dilakukan pada 17 Januari 2024 dan dicari 10 pemenang.

Bertindak sebagai juri adalah Christian Anggrianto, Kepala Program Studi VCD UC; Zura Nurja Ana, Direktur Operasional Museum Gubug Wayang; Nugroho Arifin, Senior Partner PINC Group; Eko Meiyono, Srimulat Surabaya; Ageng Budiharjo Wijaya, Managing Director at MonsterGroup.

Pramesti menuturkan bahwa sangat jarang generasi muda yang peduli untuk melestarikan performance art semacam ini dengan Branding Strategy.

"Bukan hanya lomba. Beberapa mahasiswa dan dosen UC juga ikut serta dalam Pagelaran Srimulat yang digelar di Dian Auditorium Universitas Ciputra. Setelah eksplorasi Srimulat, dilanjutkan dengan ikut dalam lakon Srimulat akan jadi proses pembelajaran tersendiri bagi mahasiswa," papar dia.

"Pagi hari, ada kegiatan workshop dan pameran tokoh Srimulat yang bisa dinikmati dengan AR berlokasi di Corepreneur UC," imbuhnya.

Judul Srimulat yang ditampilkan oleh Srimulat Surabaya ini adalah Global Angkringan dengan sinopsis singkat sebagai berikut:

Pengenalan budaya dari student exchange UC yang baru pulang dari pertukaran pelajar, dan ternyata budaya nusantara hebat dan dikagumi di luar negeri. Hingga mendapatkan penghargaan.

Oleh karenanya mereka berkomitmen untuk mengembangkan budaya lokal tersebut dengan segala kemampuan, usaha, dan hati untuk menyempurnakan dan melestarikan budaya tersebut.

Di tengah proses tersebut, banyak orang2 yang memandang remeh dan merendahkan usaha tersebut. Hingga pada akhirnya mereka bisa meyakinkan dan mampu melestarikan budaya Indonesia tersebut (tari, boneka unyil, pusaka).

Para mahasiswa yang ikut tampil dalam lakon tersebut merasa senang dan tidak menyangka akan tampil dalam acara Srimulat Surabaya, salah satunya adalah Ni Ayu Laura Maharani dan Verawati Puspita Sari dari jurusan Ilmu Komunikasi angkatan 2021.

Verawati menyatakan dirinya merasa tidak menyangka bisa dipilih untuk bergabung dan tampil bersama Srimulat Surabaya, dan ini adalah hal yang sangat luar biasa bagi Verawati untuk bisa bertemu dan berkarya bersama dengan Srimulat yang melegenda. Dia merasa sangat bangga dan berharap penampilanya tidak mengecewakan karena merupakan kali pertama.

Selain Ayu dan Vera, tampil juga Junaidi Wirawan, dosen jurusan Visual Communication Design UC. Junaidi mengatakan pengalaman ini sangat seru karena lakon Srimulat yang minim naskah, sehingga mengandalkan improvisasi dari para senimannya yang hebat.

Melalui kegiatan ini, Christian, Kaprodi VCD UC berharap generasi muda terutama Gen Z bisa melihat begitu beragamnya budaya Indonesia dimana kebudayaan ini merupakan warisan yang menjadi tanggung jawab kita dalam pelestariannya.

"Kami berharap bahwa dengan upaya ini Srimulat bisa kembali terdengar gaungnya. Srimulat bisa mempertahankan relevansinya dengan mengambil tema-tema yang relate sesuai generasi penikmatnya sehingga dapat lestari," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait