Takmir Masjid Pembunuh Petani Cabai di Probolinggo Terancam Pasal 338

© mili.id

Pelaku saat menjalani pemeriksaan. (Fades/mili.id)

Probolinggo - Penyesalan kini dirasakan Abdul Samad (65) setelah menghabisi nyawa tetangganya Abdul Halim (67) petani cabai asal Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo. Dia mengaku membunuh korban karena istrinya sering digoda.

Hal itu disampaikan Abdul Samad saat ditemui di ruangan penyidik Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Probolinggo, Selasa (14/11/2023) sore. Dengan kepala tertunduk, dia mengakui sangat menyesal membunuh korban menggunakan celurit.

"Menyesal. Saya nekat, karena dia (Korban) sudah sering menggoda istri saya selama kurang lebih 3 tahun," kata Samad dengan tangan diborgol di hadapan penyidik.

Abdul Samad yang di desanya menjadi takmir sekaligus imam masjid menceritakan, jika sebelum menghabisi nyawa korban, dirinya terlebih dahulu berkelahi dengan korban, tapi ketika celurit korban berhasil direbut, dia langsung membacok korban dengan celurit yang dibawanya dari rumah.

"Saat berkelahi saya malah sempat dibanting dan punggung saya terkena batu. Setelah membacok dia, saya langsung pulang ke rumah, dan bilang ke istri kalau dia (korban) sudah meninggal dunia," tuturnya tertunduk lesu.

Sementara Kasatreskrim Polres Probolinggo Iptu Putra Adi Fajar Winarsa mengatakan, akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 351 ayat 3 terkait penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

"Kami akan terus mengembangkan dan memeriksa kasus ini, tapi dipastikan untuk motifnya pelaku menghabisi nyawa korban karena memang sudah lama menyimpan dendam kepada korban setelah istrinya sering digoda," pungkasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait